297 WNI Masih Bertahan di Iran Saat Perang Memanas, 35 Orang Minta Dievakuasi
Ansar March 06, 2026 02:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dilaporkan masih dalam kondisi aman di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Situasi keamanan di sejumlah kota di Iran masih tegang.

Ledakan dan serangan militer dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, sementara Iran juga disebut melancarkan serangan balasan terhadap target militer lawan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan WNI yang menjadi korban langsung akibat konflik tersebut.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran mencatat sekitar 297 WNI telah melaporkan keberadaannya kepada perwakilan RI.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) di Iran, Ismail Amin, mengatakan jumlah tersebut belum sepenuhnya menggambarkan total WNI yang berada di negara tersebut.

Sebab, masih ada sejumlah WNI yang belum melaporkan diri kepada KBRI.

“Ya sampai sekarang ada sekitar 290 orang yang melaporkan diri di KBRI Teheran. Itu bukan jumlah yang valid karena masih ada juga yang tidak melaporkan diri,” ujar Ismail Amin dalam program Ngobrol Virtual yang disiarkan langsung di kanal YouTube Tribun-Timur.com, Kamis (5/3/2026) sore.

Banyak Mahasiswa Indonesia di Qom

Dari sekitar 297 WNI yang tercatat, sebagian besar berada di Kota Qom, salah satu pusat pendidikan dan keilmuan Islam di Iran.

Kota ini dikenal sebagai pusat studi keagamaan yang banyak menarik mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Di Qom ini memang kota pelajar Iran, pusat pendidikan dan keilmuan. Ada sekitar 150 orang WNI di sini. Kalau dari KKS sendiri ada sekitar 30 orang,” kata Ismail.

Ia menjelaskan jumlah warga Sulawesi yang tergabung dalam KKS di Qom sebenarnya pernah jauh lebih banyak.

Pada awal pembentukan organisasi tersebut, tercatat sekitar 80 warga Sulawesi bermukim di kota itu.

Namun jumlahnya berkurang setelah sebagian mahasiswa menyelesaikan studi dan kembali ke Indonesia.

Mayoritas mahasiswa Indonesia di Qom berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

35 WNI Ajukan Evakuasi

Meski kondisi para WNI dilaporkan masih aman, sejumlah warga memilih mengajukan permohonan evakuasi.

Tercatat sekitar 35 WNI meminta untuk dipulangkan dari Iran karena khawatir situasi keamanan semakin memburuk.

Proses evakuasi direncanakan dilakukan melalui jalur darat.

Langkah ini diambil karena sebagian besar penerbangan dari Iran dibatalkan menyusul situasi keamanan dan ancaman serangan udara.

“Ada sekitar 35 orang yang akan dievakuasi karena memang meminta dievakuasi. Mungkin hari ini atau besok berangkat,” ungkap Ismail.

Para WNI tersebut direncanakan melakukan perjalanan darat menuju Azerbaijan, tepatnya ke Kota Baku.

Setelah tiba di sana, mereka akan melanjutkan perjalanan menggunakan penerbangan komersial menuju Indonesia.

“Karena semua penerbangan di-cancel maka evakuasinya jalur darat. Mereka akan ke Azerbaijan, ke Baku, dari situ penerbangan ke Indonesia,” jelasnya.

KBRI Siaga Pantau WNI

KBRI Teheran disebut terus memantau perkembangan situasi keamanan sekaligus berkoordinasi dengan seluruh WNI di berbagai kota di Iran.

WNI juga diminta segera melaporkan keberadaan mereka ke KBRI agar memudahkan proses pendataan dan penanganan apabila situasi memburuk.

“Alhamdulillah sampai sekarang dan semoga seterusnya tidak ada yang terdampak,” ujar Ismail.

Sementara itu, eskalasi konflik di Timur Tengah dilaporkan masih berlangsung.

Serangan militer dan aksi balasan terus terjadi, membuat situasi keamanan di sejumlah wilayah tetap berada dalam status siaga.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Teheran mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap waspada, mengikuti arahan perwakilan RI, serta menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi target konflik. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.