TRIBUNNEWS.COM - Jadwal sholat Jumat merupakan suatu hal penting bagi umat Muslim di Indonesia.
Sebab, dengan adanya jadwal sholat Jumat, umat Muslim dapat mengetahui kapan dimulainya sholat Jumat di tiap daerah.
Maka dari itu, Tribunnews.com telah merangkum jadwal sholat Jumat hari ini, 6 Maret 2026 di enam ibu kota besar di Indonesia.
Keenam kota tersebut adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.
Berikut jadwal sholat Jumat hari ini, 6 Maret 2026:
Sholat Jumat merupakan sholat dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dzuhur.
Sholat Jumat merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim laki-laki.
Sebelum melaksanakannya, biasanya akan didahului dengan dua khutbah dari khatib.
Khutbah Jumat biasanya berisi dengan nasihat, bimbingan moral, dan pendidikan Islam bagi jamaah.
Baca juga: Ramadan, Bulan Reparasi Hati dan Momentum Memperbaiki Akhlak
Selain itu, khutbah merupakan rukun penting yang menentukan sah tidaknya sholat Jumat.
Lantas, mengapa sholat Jumat sangatlah penting bagi umat Muslim laki-laki?
Dalam sebuah hadist disebutkan:
"Sebaik-baiknya hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam kemudian diciptakan, masuk dan keluar dari surga serta hari kiamat hanya akan terjadi di hari Jumat." (HR. Muslim).
Bahkan, Allah SWT telah memerintahkan bagi setiap muslim untuk melaksanakan sholat Jumat.
Perintah itu tertuang dalam Al-Quran surah Al-Jumu'ah ayat 9 yang berbunyi:
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Jumu’ah:9).
Sholat Jumat juga memiliki hikmah yang membawa kebaikan, baik secara spiritual, sosial, maupun moral.
Terdapat tujuh hikmah sholat Jumat bagi kaum muslimin.
Dikutip dari Baznas, berikut hikmah sholat Jumat:
1. Sarana Penyucian Diri
Salah satu hikmah sholat Jumat adalah sebagai sarana penyucian diri dari dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara dua Jumat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sholat lima waktu, dari Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari Ramadan ke Ramadan berikutnya, menghapus dosa-dosa di antara keduanya selama dosa besar dijauhi." (HR. Muslim).
Melalui hikmah sholat Jumat ini, umat Islam diajak untuk selalu memperbarui diri dan membersihkan hati dari kesalahan yang dilakukan dalam keseharian.
Momentum ini menjadi titik refleksi spiritual agar manusia senantiasa mendekat kepada Allah SWT.
Selain itu, hikmah sholat Jumat juga mengingatkan bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri secara rutin.
Dengan datang ke masjid, mendengarkan khutbah, dan melaksanakan sholat berjamaah, hati menjadi tenang, pikiran menjadi jernih, dan semangat ibadah kembali tumbuh.
Sholat Jumat juga mengandung hikmah mendalam tentang pentingnya taubat dan introspeksi.
Setiap kali seorang Muslim berwudhu, berjalan menuju masjid, dan mendengarkan khutbah, ia sedang menjalani proses penyucian spiritual.
Dengan demikian, hikmah sholat Jumat tidak hanya membersihkan lahiriah, tetapi juga menyucikan batin dari sifat sombong, malas, dan lalai terhadap ibadah.
2. Wujud Ketaatan kepada Allah SWT
Kewajiban melaksanakan sholat Jumat merupakan bentuk ketaatan yang nyata kepada perintah Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli." (QS. Al-Jumu’ah: 9).
Ayat ini menegaskan bahwa hikmah sholat Jumat adalah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menomorsatukan urusan akhirat di atas kepentingan dunia.
Dengan meninggalkan pekerjaan, bisnis, atau aktivitas lainnya demi melaksanakan sholat Jumat, seorang Muslim menunjukkan kepatuhan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Hikmah sholat Jumat ini juga mengajarkan disiplin dalam menjalankan perintah agama.
Seorang Muslim yang terbiasa menghadiri sholat Jumat akan memiliki rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap ajaran Islam.
Ia belajar menepati waktu, menghormati panggilan azan, dan menundukkan hawa nafsu demi ketaatan kepada Tuhannya.
Selain itu, hikmah sholat Jumat mengandung pesan bahwa ketaatan tidak boleh bersifat parsial.
Ketaatan dalam sholat Jumat adalah bentuk latihan agar ketaatan itu hadir pula dalam aspek lain kehidupan: dalam pekerjaan, keluarga, dan hubungan sosial.
Seorang Muslim yang taat menjalankan sholat Jumat akan lebih mudah menjaga konsistensi ibadah lainnya.
3. Penguat Ukhuwah Islamiyah
Hikmah sholat Jumat berikutnya adalah mempererat tali persaudaraan di antara kaum Muslimin.
Dalam sholat Jumat, umat Islam dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya berkumpul di satu tempat untuk bersujud bersama di hadapan Allah SWT.
Tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin, pejabat atau rakyat biasa — semua sejajar dalam barisan shaf.
Melalui hikmah sholat Jumat ini, Islam menanamkan nilai kesetaraan dan kebersamaan.
Pertemuan rutin setiap pekan ini menjadi sarana komunikasi dan silaturahmi, memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat Muslim.
Dari sini, tumbuh rasa empati, saling tolong-menolong, dan solidaritas yang tinggi di antara sesama.
Selain memperkuat hubungan sosial, hikmah sholat Jumat juga mendorong terciptanya masyarakat yang saling peduli.
Ketika seseorang melihat saudaranya dalam kesusahan di masjid, ia terdorong untuk membantu.
Hubungan spiritual yang terjalin di rumah Allah itu menjadi dasar kuat bagi kehidupan sosial yang harmonis.
Hikmah sholat Jumat dalam aspek ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan umat Islam terletak pada persatuannya.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang dan persaudaraan mereka seperti satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan." (HR. Muslim).
Dengan demikian, sholat Jumat adalah perekat ukhuwah yang menjaga keutuhan umat.
4. Sarana Pendidikan dan Dakwah
Khutbah Jumat bukan sekadar ritual, tetapi juga media pendidikan dan dakwah yang sangat efektif.
Setiap pekan, umat Islam mendengarkan nasihat dan ilmu dari khatib yang membahas berbagai tema: keimanan, akhlak, ibadah, hingga isu sosial.
Inilah salah satu hikmah sholat Jumat yang besar, yakni menjadikan umat Islam terus belajar dan memperdalam pengetahuan agamanya.
Melalui hikmah sholat Jumat ini, umat mendapatkan bimbingan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pesan-pesan khutbah menjadi pengingat untuk terus berada di jalan yang lurus, memperbaiki diri, dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
Hikmah sholat Jumat juga terlihat dalam upaya memperkuat moral masyarakat.
Ketika khutbah disampaikan dengan baik, jamaah akan termotivasi untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemungkaran.
Dengan begitu, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan spiritual dan moral umat.
Selain itu, hikmah sholat Jumat menjadikan para khatib sebagai tokoh yang berperan penting dalam membimbing masyarakat.
Mereka menjadi penyampai pesan ilahi dan penuntun umat agar tetap berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Dengan rutin menghadiri sholat Jumat, seorang Muslim akan lebih peka terhadap nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab sosialnya.
5. Penghapus Kesenjangan Sosial
Salah satu hikmah sholat Jumat yang luar biasa adalah kemampuannya menghapus batas-batas sosial.
Dalam masjid, semua jamaah berdiri sejajar tanpa perbedaan status.
Hal ini menumbuhkan kesadaran bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari harta, jabatan, atau keturunan, melainkan dari ketakwaannya kepada Allah SWT.
Hikmah sholat Jumat ini mengajarkan keadilan sosial.
Ketika semua orang berdiri bersama dalam satu saf, muncul rasa kesetaraan dan persaudaraan yang tulus.
Tidak ada yang lebih tinggi kecuali karena ketakwaannya.
Prinsip ini sangat penting dalam membangun masyarakat yang adil dan harmonis.
Selain itu, hikmah sholat Jumat membantu umat Islam mengikis sifat sombong dan individualistik.
Pertemuan setiap Jumat menjadi pengingat bahwa setiap manusia bergantung kepada Allah dan saling membutuhkan satu sama lain.
Dari sinilah lahir kepedulian sosial yang nyata.
Sholat Jumat juga menjadi tempat di mana nilai-nilai ukhuwah dihidupkan.
Seorang Muslim yang kaya bisa bertemu dengan yang miskin, seorang pemimpin bisa duduk sejajar dengan rakyatnya.
Ini adalah hikmah shalat Jumat yang menegaskan bahwa Islam menolak diskriminasi dan menjunjung tinggi persamaan di hadapan Allah SWT.
6. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Rasulullah SAW bersabda:
“Pada hari Jumat terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim berdoa bertepatan dengan waktu itu, maka Allah pasti mengabulkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadis ini kita memahami bahwa salah satu hikmah shalat Jumat adalah sebagai waktu terbaik untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Hikmah shalat Jumat ini memberikan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar.
Saat-saat sebelum dan sesudah shalat Jumat menjadi momen spiritual yang sangat bernilai.
Selain sebagai waktu mustajab, hikmah shalat Jumat juga menumbuhkan kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memperbanyak doa di hari yang mulia ini, hati menjadi lembut dan penuh harapan.
Shalat Jumat juga mengingatkan kita untuk selalu bergantung kepada Allah dalam setiap urusan.
Inilah hikmah shalat Jumat yang sangat penting, karena melalui doa, seorang hamba mengakui kelemahannya dan menyerahkan segala urusan kepada Tuhannya.
7. Pengingat Akan Hari Kiamat
Hari Jumat memiliki keistimewaan lain karena pada hari inilah kelak kiamat akan terjadi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Hari yang paling baik di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim).
Oleh karena itu, hikmah shalat Jumat menjadi pengingat bagi setiap Muslim akan kehidupan akhirat.
Setiap pekan, kita diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian dan hari pembalasan.
Hikmah shalat Jumat dalam konteks ini mengajak manusia untuk tidak terlena dengan dunia.
Dengan mengingat akhirat, seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak, menjaga amal, dan memperbanyak ibadah.
Selain itu, hikmah shalat Jumat mengandung pelajaran agar manusia senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama.
Kesadaran tentang akhirat menjadikan hati lebih ikhlas, sabar, dan tawakal dalam menjalani kehidupan dunia.
(Tribunnews.com/Whiesa)