TRIBUNKALTIM.CO - Spekulasi mengenai kemungkinan mundurnya tim nasional Iran dari ajang Piala Dunia 2026 mulai ramai diperbincangkan setelah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kondisi tersebut bahkan memunculkan harapan dari sebagian penggemar sepak bola di Asia bahwa ada peluang bagi tim lain untuk menggantikan posisi Iran di turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Beberapa pendukung sepak bola di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia dan China, mulai berspekulasi mengenai kemungkinan tim nasional mereka dipromosikan jika Iran benar-benar memutuskan untuk tidak berpartisipasi.
Namun, laporan dari media China menyebut bahwa skenario tersebut hampir mustahil terjadi.
Media China 163.com mengungkapkan bahwa terdapat aturan khusus dari FIFA mengenai mekanisme penentuan tim pengganti apabila salah satu negara yang telah lolos kualifikasi memutuskan mundur dari turnamen.
Baca juga: Bukan Timnas Indonesia, Ini 2 Negara yang Berpotensi Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Berdasarkan regulasi tersebut, peluang terbesar justru dimiliki oleh tim lain yang berada dalam jalur kualifikasi terakhir, bukan oleh negara yang telah tersingkir lebih awal seperti Timnas Indonesia.
Isu mengenai kemungkinan Iran tidak tampil di Piala Dunia 2026 bermula dari meningkatnya konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Ketegangan ini meningkat tajam setelah sejumlah laporan menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara yang terjadi baru-baru ini.
Serangan tersebut disebut-sebut terjadi dalam operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya. Situasi ini memicu eskalasi konflik yang cukup besar di kawasan Timur Tengah.
Beberapa kota besar di Iran, termasuk ibu kota Teheran, dilaporkan menjadi sasaran serangan militer gabungan.
Peristiwa tersebut terjadi sejak Jumat lalu dan memperburuk hubungan antara Iran dengan negara-negara Barat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan dilaporkan menyatakan akan melakukan serangan dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebagai respons, Iran disebut meluncurkan serangan balasan dengan rudal yang diarahkan ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah, termasuk ke wilayah Arab Saudi dan Qatar.
Di tengah situasi tersebut, militer Inggris juga dikabarkan memobilisasi pesawat tempur untuk melindungi negara-negara sekutu dari potensi serangan balasan Iran.
Kondisi ini membuat setidaknya lima negara yang dijadwalkan tampil di Piala Dunia 2026 ikut terseret dalam ketegangan geopolitik tersebut.
Iran Pertimbangkan Mundur dari Piala Dunia
Ketegangan politik tersebut kemudian memunculkan kemungkinan bahwa Iran tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026.
Hal ini disampaikan oleh presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang memberikan sinyal bahwa negaranya bisa saja memboikot turnamen tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari laporan media Spanyol Marca, Mehdi Taj mengatakan, "Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan dari Amerika Serikat, mustahil bagi kami untuk bermain di Piala Dunia."
Ia kemudian menambahkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan para pemimpin olahraga di negaranya.
"Tetapi para pemimpin olahraga yang harus membuat keputusan itu,"
Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai spekulasi mengenai kemungkinan perubahan peserta dalam Piala Dunia 2026.
Posisi Iran di Piala Dunia 2026
Iran sendiri sebenarnya telah memastikan tempatnya di putaran final Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi Asia.
Dalam hasil undian turnamen, Iran tergabung dalam Grup G bersama tiga negara lain, yaitu Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan akan digelar pada 16 Juni mendatang dan akan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Iran dijadwalkan akan memainkan pertandingan fase grup di kota Los Angeles dan Seattle.
Jika berhasil lolos dari fase grup, Iran juga berpotensi bertemu dengan salah satu tuan rumah pada babak 32 besar.
FIFA Masih Memantau Situasi
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, FIFA menyatakan masih terus memantau situasi geopolitik yang terjadi.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyebut bahwa organisasi sepak bola dunia tersebut belum mengambil keputusan terkait kemungkinan perubahan peserta turnamen.
Grafstrom menegaskan bahwa prioritas utama FIFA adalah memastikan turnamen tetap berjalan dengan aman dan semua tim dapat berpartisipasi.
"Tentu saja fokus kami adalah untuk memastikan bahwa Piala Dunia diadakan dengan aman dan semua tim dapat berpartisipasi."
Mengapa Indonesia Tidak Bisa Menggantikan Iran?
Di tengah spekulasi tersebut, sejumlah penggemar sepak bola Asia berharap tim nasional negara mereka dapat mengisi slot kosong jika Iran mundur.
Namun laporan media China 163.com menjelaskan bahwa FIFA memiliki aturan yang sangat jelas mengenai penentuan tim pengganti dalam situasi seperti ini.
Media tersebut menuliskan, "Jika tim nasional sepak bola putra Iran mengundurkan diri atau dinyatakan tidak berpartisipasi, FIFA memiliki peraturan yang jelas untuk menetapkan tim pengganti."
Menurut laporan tersebut, FIFA biasanya akan memilih tim yang kalah langsung pada tahap terakhir kualifikasi atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos.
Media tersebut juga menjelaskan, "Menurut peraturan FIFA, tim yang kalah langsung di babak play-off terkait, atau tim dengan peringkat tertinggi di grup tersebut yang tidak lolos, akan dipilih sebagai tim pengganti."
Dalam konteks kualifikasi zona Asia, situasi ini membuat peluang terbesar justru dimiliki oleh Irak.
Irak Disebut Kandidat Terkuat
Saat babak kualifikasi berlangsung, Irak tampil cukup baik dalam jalur menuju Piala Dunia 2026.
Dalam putaran keempat kualifikasi Asia, Irak berhasil finis di atas Timnas Indonesia. Setelah itu, mereka juga sukses mengalahkan Uni Emirat Arab pada putaran kelima kualifikasi.
Dengan posisi tersebut, Irak saat ini sedang berpartisipasi dalam play-off antarbenua.
Play-off antarbenua merupakan babak penentuan terakhir bagi beberapa negara dari berbagai konfederasi untuk memperebutkan sisa tiket menuju Piala Dunia.
Jika Iran benar-benar memutuskan mundur, maka skenario yang paling mungkin terjadi adalah Irak akan langsung dipromosikan sebagai pengganti.
Media 163.com menuliskan, "Jika Iran gagal lolos ke Piala Dunia, biasanya Irak akan menjadi yang pertama mengisi kekosongan tersebut, dan UEA yang kedua,"
Dalam skenario tersebut, Irak akan mendapatkan tiket langsung ke putaran final, sementara Uni Emirat Arab akan menggantikan posisi Irak di babak play-off antarbenua.
Peluang Indonesia Dinilai Mustahil
Dengan sistem tersebut, peluang Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 melalui jalur penggantian peserta hampir tidak ada.
Pasalnya, posisi Indonesia dalam jalur kualifikasi tidak berada di tahap terakhir yang menjadi prioritas penggantian.
Aturan FIFA memang dirancang untuk menjaga keadilan kompetisi dengan memberikan kesempatan kepada tim yang paling dekat dengan kelolosan, bukan kepada negara yang telah tersingkir lebih awal.
Karena itu, meskipun muncul harapan dari sebagian penggemar sepak bola Indonesia, laporan media China menilai bahwa peluang tersebut secara realistis sangat kecil.