Gara-Gara Lagu Barunya, Isyana Saraswati Dianggap Penganut Sekte Satanik, Muncul dengan Satu Mata
Delta Lidina March 06, 2026 07:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kontroversi mengenai dugaan keterkaitan musisi Isyana Sarasvati dengan sekte satanik ramai diperbincangkan di media sosial. Isu itu mencuat setelah sejumlah warganet menyoroti simbol visual dalam video musik lagu terbarunya.

Potongan adegan dalam video musik lagu Abadhi menampilkan simbol mata satu di beberapa bagian. Visual tersebut kemudian ditafsirkan sebagian pengguna media sosial sebagai simbol yang sering dikaitkan dengan satanisme.

Perbincangan itu muncul berbarengan dengan perilisan proyek musik terbaru Isyana yang menjadi bagian dari album kelimanya bertajuk Eklektiko.

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Isyana akhirnya memberikan respons melalui akun Instagram pribadinya.

Ia tidak secara langsung menyinggung tudingan tersebut, melainkan mengunggah sepenggal lirik yang dianggap sebagai bentuk tanggapan terhadap polemik yang beredar.

"Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through,” tulis Isyana Sarasvati dikutip Kamis (5/3/2026).

"Terkadang cahaya murni, terkadang gelombang kejam, aku sedang melewatinya," lanjutnya menerjemahkan arti kalimat berbahasa Inggris itu.

Baca juga: Sosok & Profil Isyana Sarasvati, Penyanyi Lulusan Inggris, Dinikahi Dokter, Profesi Orangtua Moncer

Unggahan tersebut langsung dibanjiri dukungan dari para penggemar yang memberikan semangat kepada penyanyi yang dikenal sering bereksperimen dengan konsep musiknya itu.

Isyana Sarasvati dituding penganut sekte satanik
Isyana Sarasvati dituding penganut sekte satanik (Instagram Isyana Saraswatj)

Di tengah ramainya perbincangan, suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, turut menyampaikan pandangannya.

Melalui akun Threads miliknya, ia menilai polemik yang muncul merupakan bagian dari ujian bagi seorang musisi ketika karya yang dibuat dengan kejujuran justru ditafsirkan berbeda oleh publik.

"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda," tulis Rayhan Maditra.

"Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami," lanjutnya.

Rayhan juga berharap agar berbagai spekulasi yang berkembang tidak berubah menjadi fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan. (TribunNewsmaker/WartaKota)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.