Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyerang kapal USS Abraham Lincoln.
Serangan itu diluncurkan saat kapal AS mendekati wilayah Selat Hormuz
Laporan tersebut juga disampaikan televisi pemerintah Iran pada Kamis (5/3).
Namun televisi pemerintah Iran tak merinci secara detail terkait serangan tersebut.
IRGC mengklaim meluncurkan drone untuk menggempur kapal induk berkekuatan nuklir milik AS.
Adapun penyerangan itu dilakukan saat kapal induk AS mendekati perbatasan maritim Iran sejauh 340 km.
Setelah serangan drone Iran, kapal induk AS langsung mundur dan menjauh.
USS Abraham Lincoln disebut bergerak lebih dari 1.000 km menjauh dari perbatasan Iran.
Sebelumnya, IRGC juga mengklai telah melakukan penyerangan ke kapal tanker minyak AS.
Serangan itu diluncurkan saat kapal tanker minyak AS berada di Teluk Persia pada Kamis (5/3).
Akibatnya, kapal tanker minyak AS disebut terbakar saar subuh.
Menurut pernyataan Humas IRGC, kapal tersebut tertabrak lalu terbakar.
Iran mengklaim serangan itu sebagai balas dendam lantaran kapal perang ditenggelamkan AS.
Bahkan serangan balasan itu diluncurkan hanya selang beberapa jam setelah kapal perang Iran digempur pasukan Donald Trump