Masalah Sampah di Bali Jadi Sorotan Dunia, Menteri LH: Jangan Coreng Pariwisata Indonesia 
Ida Ayu Suryantini Putri March 06, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa Bali memegang peran sentral dalam transformasi pengelolaan sampah nasional. 

Hal ini disampaikannya dalam aksi bersih pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, pada Kamis 5 Maret 2026.

Menteri Hanif juga mengingatkan bahwa kebersihan kawasan pesisir Bali tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan citra Indonesia di dunia.  
 
“Bali adalah etalase Indonesia, dan pantai-pantai ini mencerminkan wajah bangsa kita. Ketika pantai bersih, Indonesia dihormati sebagai negara yang peduli lingkungan. Namun, jika tercemar sampah, reputasi kita juga ikut tercoreng,” tegas Menteri Hanif dalam arahannya. 

Baca juga: Bupati Adi Arnawa Ikuti Korve Aksi Bersih Sampah di Pantai Jimbaran


 Sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali menghadapi darurat sampah yang memerlukan perhatian serius. 

Menteri Hanif menekankan bahwa target pengelolaan sampah sebesar 63,41 persen pada tahun 2026 harus segera diwujudkan, dengan langkah nyata di daerah-daerah strategis seperti Bali.  
 
Ia juga menyoroti bahwa proyeksi timbulan sampah Indonesia pada tahun 2029 diperkirakan mencapai 146.780 ton per hari, yang memerlukan penguatan sistem pengelolaan dari sumbernya. 

"Bali harus mempercepat pemilahan sampah di rumah tangga bisa melalui komposter, tebu modern, memperluas jaringan bank sampah, dan memastikan kawasan wisata, hotel, restoran, serta kafe memiliki sistem pemilahan yang disiplin untuk mencegah sampah membebani TPA dan mencemari lingkungan,” tambah Menteri Hanif. 

Baca juga: Pasar Desa Adat Serangan Dapat 10 Unit Teba Modern untuk Kelola Sampah Organik

Selain aksi bersih pantai, Menteri Hanif juga mengunjungi beberapa lokasi pengelolaan sampah berbasis sumber di Bali. 

Menteri Hanif meninjau (TPST Tahura 1) di Denpasar, Desa Kesiman Petilan di Denpasar, Desa Bongkasa Pertiwi di Badung, serta (TPS3R) Pudak Mesari di Darmasaba, Badung. 

Di lokasi-lokasi tersebut, Menteri Hanif melihat langsung bagaimana pemilahan sampah dilakukan di tingkat rumah tangga dan komunitas. 

Meskipun Bali telah menunjukkan beberapa kemajuan, tantangan besar dalam pengelolaan sampah masih ada dan harus dipercepat penyelesainnya. 

Menteri Hanif juga memberikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang telah memberikan dukungan berupa wood chipper kepada Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperkuat pengelolaan sampah di kawasan pariwisata. 

Baca juga: Penutupan TPA Suwung Diundur, Denpasar Bali Target Sampah Organik Selesai di Tingkat Rumah Tangga

"Saya berharap dukungan ini dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam menyelesaikan persoalan sampah, sehingga masalah sampah di bali bisa ditangani secara cepat,” ucap Menteri Hanif. 
 
Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Bali diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus menjaga ekosistem pesisir Indonesia selaras dengan komitmen dalam gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.