Viral! Momen Gerombolan Paus Orca di Laut Maratua Berau, Muncul 7 Kali dalam 3 Minggu
Briandena Silvania Sestiani March 06, 2026 11:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Jagat maya tengah dihebohkan oleh unggahan luar biasa dari seorang videografer satwa liar bawah air asal Indonesia, Andrian Dwi Handoko.

Dalam sebuah dokumentasi visual yang memukau yang diunggah di Instagram pribadinya @andriandwhd, Andrian membagikan pengalamannya bertemu dengan kawanan Orca (paus pembunuh) di perairan Maratua, Berau, Kalimantan Timur, yang terjadi secara beruntun selama periode Februari hingga Maret 2026.

Kejadian ini tergolong langka dan menjadi sorotan bagi para pecinta alam serta peneliti biota laut.

Pasalnya, kemunculan predator puncak ini di wilayah tropis Indonesia bukanlah pemandangan sehari-hari.

Baca juga: Viral! Momen YouTuber Korea Selatan Jelajahi Unmul Samarinda, Puji Tata Taman yang Estetik

Video tersebut dibuka dengan cuplikan di atas kapal, memperlihatkan Andrian yang telah mengenakan perlengkapan selam lengkap, bersiap terjun ke birunya laut Kalimantan.

Langit terlihat cerah dengan awan putih yang menggantung rendah, namun suasana di atas kapal terasa penuh antisipasi.

Saat kamera beralih ke bawah permukaan, penonton disuguhkan dengan pemandangan yang mendebarkan sekaligus indah.

ORCA DI BERAU - Penampakan rombongan Paus Orca di perairan Maratua, Berau, Kalimantan Timur. Videonya viral di media sosial (Instagram/andriandwhd)

Dalam kegelapan biru laut dalam (deep blue), siluet-siluet raksasa dengan corak hitam-putih khas Orca muncul dari kedalaman.

Air yang jernih memperlihatkan setiap detail gerakan mereka yang anggun namun penuh tenaga.

Tercatat dalam video, Andrian mengalami pertemuan ini sebanyak 7 kali dalam kurun waktu 3 minggu selama menginap di Green Nirvana Resort.

Tanggal-tanggal pertemuan tersebut terdokumentasi dengan jelas: mulai dari 10 Februari, 18, 19, 21, 23, 28 Februari, hingga puncaknya pada 2 Maret 2026.

Etika di Atas Ego: "No Touch, No Chase, No Ride"

Meski berhadapan dengan salah satu predator paling cerdas di lautan, Andrian menekankan pentingnya manajemen risiko dan etika berinteraksi dengan satwa liar.

Dalam caption unggahannya, ia menjelaskan bahwa keselamatan bukan hanya tentang keberanian, melainkan tentang pengamatan perilaku.

"Sebelum masuk ke air, kami selalu mengamati perilaku orca terlebih dahulu. Apakah mereka terlihat takut? Menjauh? Atau justru mendekati perahu karena rasa ingin tahu?" ujar Andrian dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa interaksi hanya dilakukan jika orca tersebut menunjukkan tanda-tanda tenang dan justru mendekati perahu.

 Prinsip utama yang ia pegang teguh adalah "No Touch – No Chase – No Ride".

Artinya, manusia dilarang keras menyentuh, mengejar, apalagi memotong jalur renang mereka.

Dalam narasinya, Andrian mengingatkan publik bahwa meskipun Orca jarang menyerang manusia di alam liar, mereka tetaplah apex predator yang memiliki insting liar yang tak terduga.

"Orca adalah satwa liar, bukan objek hiburan. Manusia harus tetap pasif — interaksi hanya boleh terjadi atas inisiatif mereka. Tidak ada interaksi alam liar yang 100 persen aman — hanya manajemen risiko," tegasnya.

Video ini bukan sekadar pamer keindahan, melainkan kontribusi nyata terhadap data migrasi satwa laut di Indonesia.

Melalui dokumentasi ini, keberadaan jalur migrasi Orca di sekitar Pulau Maratua menjadi semakin nyata dan penting untuk dilindungi.

Respons Warganet

Unggahan tersebut pun menuai berbagai respons warganet.

"Sekeluarga orca mau ikut lebaran di Maratua!," tulis warganet.

"Iri dengki tapi super bangga," tulis warganet.

"MasyaAllah banget kak, wajib viral inii," tulis warganet.

Lihat unggahan lengkapnya KLIK DI SINI

 Tentang Paus Orca

 Paus Orca atau Orpunicus orca memiliki ciri fisik yaitu sekujur tubuhnya dihiasi warna hitam dan putih.

Mamalia laut yang dikenal sebagai paus pembunuh ini termasuk dalam keluarga lumba-lumba atau Delphinidae.

Namun mengapa Paus Orca disebut sebagai paus pembunuh?

Melansir dari Whale & Dolphin Conservation USA, Paus Orca menjadi spesies terbesar dalam keluarga Delphinidae.

Asal muasal sebutan paus pembunuh pada Paus Orca sudah diberikan sejak dulu. Pelaut kuno melihat kelompok mamalia laut ini sedang berburu dan memangsa spesies paus yang lebih besar.

Mereka kemudian menyebut Paus Orca dengan istilah orca asesina ballenas atau whale killer.

Agar lebih mudah dalam penyebutan, sekarang istilah tersebut diubah menjadi killer whale (paus pembunuh).

Di dunia mamalia laut, Paus Orca juga termasuk salah satu predator teratas. Meski begitu, hal ini tidak berarti Paus Orca memiliki sikap yang kejam seperti ikan hiu atau predator lainnya.

Apa yang dimakan Paus Orca?

Sebagai salah satu hewan laut terbesar, Paus Orca suka memangsa ikan, anjing laut, burung dan cumi-cumi.

Selain itu Paus Orca juga memangsa ikan yang badannya lebih besar dibanding mereka seperti ikan paus besar, ikan hiu, ikan pari, dan lainnya.

Apakah Paus Orca membunuh manusia?

Sejauh ini tidak ada catatan kasus pembunuhan manusia oleh Paus Orca. Kemungkinan alasannya karena manusia bukanlah makanan alami hewan mamalia laut ini.

Namun, beberapa kali pernah ditemui kasus penyerangan manusia oleh Paus Orca, dikarenakan Paus Orca mengira jika manusia adalah sesuatu yang bisa mereka makan.

Selain itu ada catatan kasus penyerangan Paus Orca terhadap perahu nelayan di lepas pantai Spanyol dan Portugal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.