Prabowo dan Pemimpin Pakistan Direncanakan ke Teheran untuk Redam Konflik Timur Tengah
Mursal Ismail March 06, 2026 12:36 PM

SERAMBINEWS.COM - Rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama pemimpin Pakistan ke Teheran dinilai sebagai langkah diplomatik untuk meredam eskalasi konflik di Timur Tengah. 

Inisiatif ini menunjukkan upaya Indonesia mengambil peran sebagai mediator global, meskipun peluang keberhasilannya masih belum pasti dan masih menunggu respons dari pihak yang berkonflik.

Informasi ini disampaikan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddique.

Ia mengaku mendengar hal tersebut langsung dari Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan ulama, pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan organisasi masyarakat Islam, Kamis (5/3/2026) kemarin.

"Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis malam.

"Lupa saya Perdana Menteri atau Presiden Pakistan. Nah mereka akan sama-sama pergi ke Teheran," imbuh dia.

Baca juga: AS Desak Israel Teruskan Perang, Iran Bersumpah Tak Akan Menyerah untuk Habisi Amerika dan Zionis

Berdasarkan penuturan Prabowo, Kepala Negara ditelepon langsung oleh pemimpin Pakistan untuk lawatan tersebut.

"Pakistan baru menelepon Presiden Prabowo beberapa jam sebelum pertemuan ini ya kan. Nah dia mau sama-sama berdua. Oh itu bagus sekali," tutur dia.

Menurut Jimly, rencana itu merupakan langkah bagus agar konflik tidak berlarut.

Hal itu pun menandakan bahwa usulan Presiden Prabowo yang hendak menjadi mediator didukung oleh Pakistan.

"Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan," ucap Jimly.

Ia pun menilai, peran Indonesia dan Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sangat penting dalam upaya itu. Jimly berpandangan, mediasi perlu dicoba meski kemungkinan berhasilnya kecil.

Baca juga: Iran Bersumpah Tidak Akan Menghentikan Serangannya ke Israel dan Timur Tengah Sampai AS Menyerah

"Walaupun mungkin peluangnya kecil tapi dicoba. Intinya Indonesia mengambil global player peran sebagai global player.

Itu kita dukung. Jangan dianggap negatif dulu ya, bukannya mendamaikan orang yang baru dibunuh, bukan begitu. Tapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah apa serangan lagi dari Israel," kata Jimly.

Tujuannya guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran, Iran, untuk melaksanakan mediasi.

Hingga kini, belum ada keputusan tegas dari dua kubu yang berkonflik, yakni Israel-Amerika Serikat dan Iran usai tawaran diberikan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, Iran dan AS masih ingin melihat situasi beberapa waktu ke depan.

Baca juga: AS Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz, Iran Sebut Bakal Serang Kapal-kapal yang Lewat

Kepastian ini didapatnya setelah menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak setelah Prabowo menyatakan bersedia menjadi mediator.

Oleh karenanya, Indonesia masih menunggu keputusan dua kubu yang berkonflik lebih lanjut.

"Kita tunggu, bagaimana nanti karena mereka mengatakan ya kita lihat dalam beberapa hari, beberapa minggu ke depan ini situasinya," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026) malam.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/06/09430051/prabowo-akan-ke-teheran-bareng-pemimpin-pakistan-untuk-redam-konflik-timur

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.