TRIBUNNEWS.COM - Barcelona berpeluang mendapatkan keuntungan besar dari mantan pemainnya, Vitor Roque yang saat ini diincar oleh Chelsea.
Masa kebersamaan Barcelona dengan Vitor Roque terbilang singkat dan tidak berjalan sesuai harapan.
Penyerang asal Brasil itu didatangkan pada Januari 2024 dari Athletico Paranaense dengan harapan menjadi bagian dari regenerasi lini depan Blaugrana.
Namun, realitas di lapangan berkata lain. Roque kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di bawah asuhan Xavi Hernandez.
Persaingan di lini depan serta proses adaptasi yang tidak berjalan mulus membuat sang striker jarang mendapat kesempatan tampil secara konsisten.
Situasi tersebut tidak banyak berubah ketika musim baru dimulai.
Setelah kedatangan pelatih anyar Hansi Flick, Roque juga tidak masuk dalam rencana utama tim.
Akibatnya, pada bursa transfer musim panas 2024, ia dipinjamkan ke Real Betis agar bisa mendapatkan lebih banyak waktu bermain.
Meski sempat mencoba mencari momentum di Spanyol, perjalanan Roque di Eropa akhirnya berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Baca juga: Jadwal Liga Spanyol Pekan 27: Badai Cedera Ganggu Real Madrid, Barcelona Intip Peluang
Pada Januari 2025, Roque resmi kembali ke Brasil dan menandatangani kontrak permanen dengan Palmeiras.
Transfer tersebut bernilai sekitar €25,5 juta ditambah €5 juta dalam bentuk bonus variabel.
Kendati melepas sang pemain, Barcelona tetap menyisipkan klausul penting dalam kesepakatan tersebut.
Klub asal Catalan itu mempertahankan 20 persen hak atas penjualan Roque di masa depan, yang berarti mereka masih berpotensi mendapatkan keuntungan finansial jika sang pemain kembali dijual oleh Palmeiras.
Kini, masa depan Roque kembali menjadi sorotan.
Berdasarkan laporan dari Football Espana, klub Liga Inggris Chelsea disebut sangat tertarik untuk merekrut penyerang berusia 21 tahun tersebut pada bursa transfer musim panas 2026.
Chelsea bahkan dikabarkan sudah menyiapkan tawaran besar untuk mengamankan jasanya.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa klub asal London itu telah mengajukan proposal awal sekitar €50 juta kepada Palmeiras.
Meski demikian, tawaran tersebut masih dianggap belum cukup oleh pihak klub Brasil.
Palmeiras disebut tidak terburu-buru melepas salah satu pemain kunci mereka, terutama setelah Roque mulai menunjukkan performa menjanjikan sejak kembali bermain di kompetisi domestik Brasil.
Jika transfer tersebut benar-benar terwujud, Barcelona juga akan ikut menikmati keuntungan finansial dari kesepakatan itu.
Hal ini karena mereka masih memiliki persentase dari penjualan pemain tersebut.
Namun, terdapat detail penting dalam klausul tersebut. Jika Palmeiras menjual Roque dengan harga kurang dari €40 juta (sekitar Rp787 miliar), Barcelona hanya akan menerima 10 persen dari nilai transfer.
Sebaliknya, jika penjualan melebihi angka tersebut, Blaugrana berhak atas 20 persen penuh dari biaya transfer.
Artinya, jika Chelsea benar-benar merekrut Roque dengan nilai sekitar €50 juta (sekitar Rp983 miliar), maka Barcelona berpotensi mendapatkan sekitar €10 juta (sekitar Rp196 miliar) dari transaksi tersebut.
Pemasukan tambahan ini tentu akan sangat membantu klub Catalan dalam memperbaiki kondisi keuangan mereka, terutama terkait aturan financial fair play yang selama beberapa musim terakhir cukup membatasi aktivitas transfer klub.
Sejauh musim ini, Roque mulai menunjukkan kebangkitan performa bersama Palmeiras.
Vitor Rique telah mencatatkan lima gol dan satu assist dalam 13 penampilan di berbagai kompetisi.
Setelah melalui periode yang kurang memuaskan di Barcelona, penyerang muda tersebut kini perlahan menemukan kembali sentuhan terbaiknya di Brasil.
Jika performanya terus meningkat, bukan tidak mungkin pintu untuk kembali berkarier di sepak bola Eropa akan segera terbuka, dengan Chelsea sebagai salah satu klub yang siap memberinya kesempatan baru.
(Tribunnews.com/Ali)