POSBELITUNG.CO -- Isyana Sarasvati baru saja merilis lagu terbarunya berjudul Abadhi.
Dalam video musik lagu tersebut, Isyana Sarasvati menampilkan simbol mata satu dalam beberapa adegan.
Imbas simbol mata satu dalam lagu terbarunya tersebut, Isyana kini dicap penganut sekte satanik.
Sekte Satanik adalah kelompok kepercayaan yang berpusat pada sosok setan atau iblis.
Kelompok ini sering kali digunakan sebagai simbol pemberontakan melawan agama tradisional, individualisme ekstrem, dan kebebasan diri.
Umumnya, Satanisme modern terbagi menjadi dua: ateistik (tidak menyembah setan secara literal, melainkan filosofi egoisme) dan teistik (menyembah setan sebagai kekuatan).
Baca juga: Biodata Resbobb dan Bigmo, YouTuber jadi Tersangka usai Sebut Azizah Salsha Selingkuh
Isyana Sarasvati lahir di Bandung pada 2 Mei 1993.
Ia tumbuh dalam keluarga yang sangat menjunjung tinggi pendidikan dan seni.
Sang ayah, Sapta Dwikardana, merupakan seorang doktor sekaligus analis perilaku. Sementara ibunya, Luana Marpanda, adalah seorang guru musik.
Tak heran, sejak kecil Isyana telah akrab dengan melodi dan instrumen musik.
Tak hanya itu, kakaknya, Rara Sekar, juga dikenal sebagai musisi.
Kombinasi ini membuat rumah keluarga Isyana terasa seperti orkestra kecil, tempat di mana musik bukan hanya hiburan, melainkan bagian dari keseharian.
Masa Kecil: Perjalanan Lintas Benua yang Membentuk Perspektif
Sejak usia dini, Isyana telah mengalami banyak hal yang memperkaya cara pandangnya.
Ia sempat tinggal di Belgia ketika ayahnya melanjutkan studi.
Pengalaman tinggal di luar negeri sejak kecil memberikan Isyana pemahaman lintas budaya yang kelak menjadi bekal penting dalam kariernya.
Setelah kembali ke Bandung pada usia tujuh tahun, Isyana mulai menunjukkan minat dan bakat luar biasa di bidang musik klasik.
Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi dan bahkan rela menjalani masa karantina demi persiapan pertunjukan.
Karier Akademik: Tak Menyelesaikan SMA, tapi Jadi Lulusan Terbaik di Inggris
Isyana tidak menyelesaikan pendidikan SMA seperti kebanyakan orang.
Di usia remaja, ia justru mendapat beasiswa penuh dari pemerintah Singapura saat masih duduk di bangku kelas dua SMA.
Ia kemudian melanjutkan studi di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dan berhasil meraih Diploma dalam bidang Music Performance pada 2013.
Baca juga: Biodata Muhammad Suryo Bos Rokok HS, Tanggung Biaya Pendidikan Korban Kecelakaan yang Ditabraknya
Tak berhenti di situ, ia kemudian menempuh studi lanjut di Royal College of Music, Inggris.
Di sana, ia bukan hanya menyelesaikan pendidikan, tapi juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas dan konsistensinya sebagai musisi sejati.
Dari Musik Klasik ke Pop: Transformasi yang Memukau
Perjalanan musikal Isyana mengalami titik balik saat ia mulai mengeksplorasi dunia musik pop.
Pada 2014, ia bergabung dengan Sony Music Indonesia dan merilis single perdananya, Keep Being You.
Namun, namanya benar-benar melejit berkat lagu Tetap Dalam Jiwa yang dirilis setahun kemudian.
Lagu ini sukses besar dan menjadikan Isyana sebagai salah satu ikon musik pop modern Indonesia.
Menjadi Produser untuk Diri Sendiri: Lahirnya REDROSE RECORDS
Isyana bukan hanya penyanyi dengan suara merdu dan lagu-lagu yang menawan, ia juga membuktikan diri sebagai sosok perempuan yang mandiri dan visioner.
Pada Oktober 2020, ia mengambil langkah besar dengan mendirikan label musiknya sendiri, REDROSE RECORDS.
Melalui label ini, Isyana mendapatkan kebebasan artistik untuk mengekspresikan karya-karya musik sesuai jiwanya, tanpa batasan industri.
Kehidupan Pribadi: Cinta yang Diam-Diam Tapi Penuh Arti
Meski dikenal publik, Isyana tergolong sangat tertutup soal kehidupan pribadinya.
Maka tak heran, ketika ia mengumumkan pertunangannya dengan Rayhan Maditra pada 29 Desember 2019, banyak yang terkejut.
Rayhan, seorang dokter, ternyata telah menjadi pasangan Isyana selama lebih dari 10 tahun, hubungan yang jauh dari sorotan media.
Pasangan ini resmi menikah pada 2 Februari 2020 di Bandung.
Meski berprofesi sebagai dokter, Rayhan juga tidak asing dengan dunia musik.
Ia beberapa kali tampil bersama Isyana dalam video cover lagu di YouTube, memperlihatkan sinergi keduanya tak hanya dalam cinta, tapi juga dalam harmoni musikal.
Kepribadian Unik: Virtuosa Serius yang Kadang Jadi Komedian
Di luar semua pencapaian dan keseriusannya dalam bermusik, Isyana dikenal sebagai pribadi yang blak-blakan, jujur, dan humoris.
Di berbagai kesempatan, baik saat wawancara maupun di panggung, ia kerap melontarkan komentar-komentar spontan yang mengundang tawa.
Tak sedikit penggemarnya yang menyebut Isyana sebagai diam-diam komedian, karena sisi lucunya yang begitu alami.
Isyana Sarasvati adalah contoh nyata bagaimana bakat, kerja keras, dan keberanian untuk menempuh jalan berbeda bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Dari panggung musik klasik hingga panggung pop, dari ruang kuliah di Inggris hingga studio rekaman miliknya sendiri, perjalanannya adalah narasi inspiratif tentang konsistensi, orisinalitas, dan cinta sejati terhadap seni.
Profil Isyana Sarasvati
Nama Lengkap: Isyana Sarasvati
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 2 Mei 1993
Pendidikan:
Profesi: Penyanyi, Penulis Lagu, Aktris
Orang Tua: Sapta Dwikardana & Luana Marpanda
Pasangan: dr. Rayhan Maditra Indrayanto
Saudara Kandung: Rara Sekar Larasati.
Isyana Sarasvati dituding sebagai pengikut sekte satanik.
Tuduhan ini muncul seiring dengan perilisan video musik terbarunya yang berjudul Abadhi.
Publik tertuju pada Salah satu adegan menampilkan gambar mata satu, yang kemudian dikaitkan dengan simbol Dajjal.
Melalui akun Instagram pribadinya, Isyana mencoba menanggapi spekulasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam unggahannya, Isyana Sarasvati membagikan sepenggal lirik yang seolah menjadi jawaban halus terhadap tudingan yang berkembang.
“Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through,” tulis Isyana Sarasvati, dikutip pada Kamis, 5 Maret 2026.
Rayhan Maditra Indrayanto, suami Isyana Sarasvati, juga ikut bicara.
Melalui akun Threads miliknya, Rayhan Maditra menyatakan, polemik itu bentuk ujian bagi seorang musisi ketika karya yang dibuat dengan kejujuran justru dimaknai berbeda oleh publik.
"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda," tulis Rayhan Maditra.
"Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami," lanjutnya.
Ia berharap semua pihak dijauhkan dari berbagai bentuk fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan.
Sebagian pengguna media sosial menuding Isyana Sarasvati terlibat dengan sekte satanik setelah muncul visual mata satu dalam video musik lagu terbarunya.
Isu tersebut bermula dari potongan adegan dalam video musik lagu 'Abadhi' yang menampilkan simbol mata satu dalam beberapa bagian.
Visual tersebut dikaitkan sebagian pengguna media sosial dengan simbol yang kerap diasosiasikan satanisme.
Kontroversi ini muncul di tengah perilisan proyek musik terbaru Isyana Sarasvati yang menjadi bagian dari album kelimanya bertajuk Eklektiko.
(Posbelitung.co/TribunStyle.com/TribunnewsMaker.com)