- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tegas menjawab gertakan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Araghchi menegaskan, negaranya tak takut menghadapi ancaman invasi darat oleh militer AS dan Israel.
Menurutnya, saat ini Iran tengah menunggu kedatangan pasukan darat AS-Israel.
Dilansir dari Tribunnews.com, pernyataan itu disampaikan Araghchi pada Kamis (5/3/2026).
Lanjut, Iran mengancam akan terjadi bencana besar jika pasukan AS dan sekutunya menyerang wilayahnya.
Yakni, ancaman invasi darat AS-Israel menjadi kenyataan.
Selain itu menurutnya, konflik akan memasuki fase baru yang jauh lebih berdarah.
Sebelumnya, Trump menekankan, tak akan mengulangi janji-janji presiden sebelumnya yang kerap mengharamkan pengerahan pasukan darat.
Menurut Trump, opsi itu tetap terbuka jika menghadapi situasi yang mendesak di lapangan.
"Saya tidak ragu mengirim pasukan darat. Saya tidak mengatakan 'tidak akan ada pasukan darat'. Saya katakan 'mungkin tidak membutuhkannya' atau 'jika diperlukan'," ujar Trump, Selasa (3/3/2026).
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut, hingga kini belum ada pasukan AS yang masuk ke wilayah Iran.
Kendati demikian, pasukan AS sudah disiagakan.
Menurutnya, pengerahan terus dipantau demi melindungi kepentingan keamanan Amerika dan sekutunya.
Dilaporkan, eskalasi ini dipicu kegagalan perundingan nuklir di Jenewa pada Februari lalu.
Berikut ini rangkuman soal perang yang terjadi di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel dan juga Amerika Serikat:
1.OPERASI BALAS DENDAM! Drone Tempur Iran Melesat Serang Militer AS-Israel
2.SERANGAN BERUNTUN! Roket Sekutu Iran Hantam Israel, Suara Sirene Menggema
3.LANGIT ISRAEL MEMBARA! Rudal Khorramshahr-4 Iran Bawa Hulu Ledak 1 Ton Hantam Bandara Ben Gurion
4.MALAM MENCEKAM TEL AVIV! Bom Tandan Iran Hujani Langit Israel, Warga Lari ke Bunker
5.ANCAM BALIK TRUMP! Iran Janjikan Dampak Dahsyat Jika AS Terus Menyerang