Pertamina Luruskan Isu Stok BBM 20 Hari, Tegaskan Itu Standar Nasional Bukan Tanda Pasokan Menipis
Amirullah March 06, 2026 02:03 PM

SERAMBINEWS.COM – Di tengah naik turunnya harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, muncul kekhawatiran di masyarakat terkait istilah “ketahanan stok BBM 20 hari.”

Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan agar tidak terjadi salah paham mengenai istilah tersebut.

Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan, Edy Mangun, menegaskan bahwa angka 20 hari bukan berarti persediaan bahan bakar minyak akan habis dalam waktu dekat.

Menurutnya, angka tersebut justru merupakan standar keamanan energi yang telah ditetapkan secara nasional.

“Perlu dipahami bahwa ketahanan stok 20 hari itu adalah standar nasional. Artinya pemerintah mengamanahkan agar stok energi, khususnya BBM, selalu tersedia untuk kebutuhan minimal 20 hari ke depan,” jelas Edy saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (6/3/2026).

Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik yang sempat menganggap angka tersebut sebagai sisa pasokan yang tersisa di dalam negeri.

Padahal, istilah ketahanan stok merujuk pada standar cadangan energi yang harus selalu dijaga agar distribusi BBM tetap aman jika sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan.

Baca juga: Menu Sahur & Buka Puasa: Resep Udang Saus Balado ala Devina Hermawan, Pedas Gurih Bikin Nambah Nasi

Distribusi Berkelanjutan untuk Menjaga Ketahanan

Edy menekankan bahwa angka tersebut adalah angka dinamis yang terus diisi ulang melalui proses distribusi yang tidak pernah berhenti.

“Makanya kita lihat di depot selalu ada kapal tanker masuk dan distribusi berjalan terus. Itu untuk menjaga ketahanan stok tersebut,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi panic buying. Menurutnya, pembelian berlebih justru berisiko menimbulkan antrean panjang di SPBU yang dapat mengganggu kelancaran distribusi energi ke masyarakat luas.

Baca juga: Stok BBM Aman, Kapolres Aceh Singkil Mengimbau Masyarakat tidak Panik

Kesiapan Menjelang Ramadhan dan Idulfitri

Selain meluruskan pemahaman soal ketahanan stok, Pertamina memastikan pasokan BBM di wilayah Kalimantan Timur tetap aman terkendali.

Saat ini, Pertamina tengah mematangkan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi menjelang bulan suci Ramadhan dan Idulfitri. 

“Secara umum kami sedang mempersiapkan semua stok, termasuk penambahan dalam rangka mempersiapkan masa-masa tersebut,” ujar Edy.

Kepastian Harga BBM Subsidi

Meskipun harga minyak mentah Brent saat ini berada di kisaran 83,62 dollar AS per barrel—melampaui asumsi APBN 2026 sebesar 70 dollar AS per barrel—pemerintah menjamin tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah telah mengantisipasi dampak gejolak geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran,” tegas Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta (4/3/2026).

Sumber: Kompas,com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.