Bupati Sumedang Tinjau Penanganan Sawah Warga 5 Tahun Tak Tergarap Dampak Tol Cisumdawu
Siti Fatimah March 06, 2026 02:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau langsung progres penanganan dampak di kawasan Bendung Cihamerang, di Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026).

Peninjauan dilakukan untuk mempercepat penyelesaian persoalan dampak disposal pembuangan tanah proyek pembangunan tol Cisumdawu yang selama beberapa tahun terakhir berdampak pada lahan pertanian warga.

Sekitar 8 hektare lahan sawah warga tidak lagi dapat digarap akibat genangan dan disposal. 

Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran Citra Karya Jabar Tol (CKJT), pemerintah kecamatan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

“Hari ini saya bersama Dirut CKJT dan jajaran direksi serta para stakeholder, termasuk Forkopimcam dan pihak terkait lainnya, meninjau langsung progres penanganan di Bendung Cihamerang. Kami terus mengupayakan percepatan penyelesaian masalah ini,” ujar Dony.

Menurutnya, persoalan bendung tersebut telah berdampak signifikan terhadap sektor pertanian warga. Selama sekitar lima tahun terakhir, sejumlah sawah di sekitar lokasi tidak dapat digarap.

“Harapannya masyarakat yang sawahnya sudah lima tahun tidak bisa ditanami bisa mendapatkan kejelasan terkait masa depannya,” katanya.

Selain berdampak pada ekonomi masyarakat, kondisi bendung juga menjadi perhatian serius dari sisi keselamatan warga.

“Yang lebih penting adalah keselamatan jiwa warga di dua desa yang berada di bawah elevasi puncak Bendung Cihamerang. Ini menjadi perhatian serius kita semua,” tambahnya.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait saat ini melakukan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya dengan menyedot air bendung untuk mengurangi tekanan air sesuai rekomendasi para ahli.

“Solusinya saat ini dilakukan penyedotan. Ini berdasarkan kajian para ahli untuk mengurangi tekanan air sehingga tidak terus menekan. Ini bagian dari upaya mitigasi bencana,” jelasnya.

Dalam proses penanganan tersebut, berbagai pihak turut terlibat, termasuk CKJT yang membantu membuka akses jalan menuju lokasi serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang menangani aspek teknis dan anggaran.

“CKJT membantu membuka akses jalan ke lokasi, BBWS menangani dari sisi teknis dan anggaran, serta pemerintah daerah ikut berkolaborasi bersama masyarakat. Ini kerja bersama untuk mengurangi beban masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian.

“Pemda bersama pihak lain juga pernah memberikan bantuan kepada masyarakat berupa uang dan beras sebagai bentuk kepedulian,” katanya.

Dony berharap proses penanganan dapat segera rampung sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas pertanian secara normal.

“Kami mohon doa dari masyarakat agar penanganan Bendung Cihamerang ini bisa segera selesai dan memberikan solusi terbaik bagi warga,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.