TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Talenta lokal Yogyakarta, Savio Sheva, menjadi salah satu pemain yang konsisten menghiasi skuad PSIM Yogyakarta di ajang BRI Super League 2025/2026.
Meski kerap memulai pertandingan dari bangku cadangan, pemain kelahiran 23 April 2001 itu tetap mampu menunjukkan kontribusi penting bagi tim.
Hingga pekan ke-24, Sheva tercatat telah tampil dalam 23 pertandingan bersama Laskar Mataram musim ini.
Catatan tersebut menjadi debut yang manis bagi gelandang tengah tersebut yang menjalani musim pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sejauh ini, Sheva telah mencetak dua gol untuk PSIM. Gol terbarunya tercipta lewat sepakan keras ke gawang Bali United pada pekan ke-22.
Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan PSIM yang akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah sempat tertinggal 0-3.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memuji tendangan roket yang berujung gol dari pemain mudanya tersebut.
“Ya, itu adalah gol yang hebat. Tindakan atau gol seperti yang dibuat Savio memecah kebuntuan permainan. Secara positif itu memberikan energi kepada tim,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, gol tersebut tidak hanya berdampak bagi pemain di lapangan, tetapi juga membangkitkan semangat para suporter.
“Bagi saya itu memberikan energi kepada para suporter juga dan kami kembali hidup lagi. Tapi gol yang hebat, benar-benar gol yang luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, hingga pekan ke-24, PSIM masih berada di papan tengah klasemen. Laskar Mataram mengoleksi 37 poin dan menempati peringkat kedelapan.
Kondisi tersebut membuat PSIM masih membutuhkan tambahan poin untuk memastikan tetap bertahan di kasta tertinggi.
“Saya pikir kita harus realistis. Target kami adalah tidak terdegradasi, dan berada di papan atas mungkin bukan target yang realistis bagi kami saat ini,” kata sang pelatih.
Baca juga: Transformasi Peran dan Rotasi Pemain: Rahasia Keberhasilan PSIM di Putaran Kedua
Ia menilai performa timnya sejauh ini cukup baik meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi, khususnya dalam hal organisasi permainan.
“Saya pikir tim saya benar-benar tampil baik. Seperti yang saya katakan, kami memiliki beberapa masalah organisasi, tetapi itu tugas saya untuk mencoba memperbaikinya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan timnya tetap membutuhkan kemenangan agar posisi mereka semakin aman di klasemen.
“Pada akhirnya kami ingin menang. Kami butuh kemenangan dan semakin cepat kami mengumpulkan jumlah poin tertentu, maka akan lebih mudah bagi kami untuk bermain dan bertahan di liga ini,” lanjutnya.
Pelatih asal Belanda itu juga menyinggung situasi bursa transfer paruh musim, di mana banyak tim memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain baru.
“Banyak tim mendatangkan pemain baru. Saya tidak mengatakan ini sebagai alasan karena saya tahu tidak ada anggaran untuk mendatangkan banyak pemain. Namun manajemen tetap berusaha dengan mendatangkan Jop van der Avert,” tuturnya.
Ia pun mengapresiasi upaya manajemen tersebut, meski mengakui persaingan di liga menjadi semakin berat.
“Lawan menjadi lebih kuat karena bala bantuan pemain baru. Kami harus menghadapi situasi itu. Sejauh ini saya tidak akan mengatakan kami kesulitan, tetapi memang menjadi lebih sulit bagi kami untuk meraih kemenangan,” pungkasnya. (*)