AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, berlaku 7 sampai dengan 10 Maret 2026.
BMKG memperingatkan adanya gelombang sedang berpeluang terjadi 1.25 sampai dengan 2.5 meter pada 13 wilayah di Provinsi Maluku, dan gelombang tinggi pada tujuh wilayah.
Informasi itu merujuk pada kondisi sinoptik bibit siklon tropis 92P terpantau berada di Teluk Carpentaria, potensi Bibit Siklon Tropis 92P menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah.
Bibit siklon tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan Maluku bagian selatan.
Pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan rata-rata 6 - 25 knot.
Kecepatan angin tertinggi mencapai ≥ 25 knot berpeluang terjadi di wilayah P. Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan P. Ambon – P. Lease, Perairan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur, Perairan Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Babar, Perairan Kep. Sermata – Kep. Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, dan Laut Arafuru yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Ambon 7 Maret 2026: Cerah Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
Baca juga: Rutan Ambon Proses Hukum Pelaku Penyerangan yang Rusak Fasilitas dan Pukul Petugas
Berikut beberapa wilayah berpeluang terjadi gelombang sedang 1.5 sampai 2.5 meter yakni :
Saran Keselamatan
Tinggi gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran:
Sedangkan tujuh wilayah lainnya yang berpeluang terjadi gelombang tinggi 2.5 sampai 4.0 meter yakni :
Saran Keselamatan
Berisiko terhadap keselamatan pelayaran: