Hati-hati! Bibit Siklon Tropis 92P Picu Potensi Gelombang Tinggi di 7 Wilayah di Maluku
Mesya Marasabessy March 07, 2026 02:41 AM

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, berlaku 7 sampai dengan 10 Maret 2026.

BMKG memperingatkan adanya gelombang sedang berpeluang terjadi 1.25 sampai dengan 2.5 meter pada 13 wilayah di Provinsi Maluku, dan gelombang tinggi pada tujuh wilayah.

Informasi itu merujuk pada kondisi sinoptik bibit siklon tropis 92P terpantau berada di Teluk Carpentaria, potensi Bibit Siklon Tropis 92P menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah. 

Bibit siklon tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan Maluku bagian selatan. 

Pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan rata-rata 6 - 25 knot. 

Kecepatan angin tertinggi mencapai ≥ 25 knot berpeluang terjadi di wilayah P. Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan P. Ambon – P. Lease, Perairan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur, Perairan Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Babar, Perairan Kep. Sermata – Kep. Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, dan Laut Arafuru yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Ambon 7 Maret 2026: Cerah Berawan hingga Potensi Hujan Ringan

Baca juga: Rutan Ambon Proses Hukum Pelaku Penyerangan yang Rusak Fasilitas dan Pukul Petugas

Berikut beberapa wilayah berpeluang terjadi gelombang sedang 1.5 sampai 2.5 meter yakni :

  • Perairan Utara Pulau Buru
  • Perairan Selatan Pulau Buru
  • Perairan Seram Bagian Barat
  • Perairan Pulau Ambon dan Pulau Lease
  • Perairan Utara Maluku Tengah
  • Perairan Selatan Maluku Tengah
  • Perairan Seram Bagian Timur (Utara)
  • Perairan Seram Bagian Timur (P. Gorong)
  • Perairan Kepulauan Kai
  • Perairan Utara Kepulauan Aru
  • Perairan Selatan Kepulauan Aru
  • Perairan Wetar
  • Perairan Kepulauan Banda Neira

Saran Keselamatan

Tinggi gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran:

  • Perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter.
  • Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter.

Sedangkan tujuh wilayah lainnya yang berpeluang terjadi gelombang tinggi 2.5 sampai 4.0 meter yakni :

  • Perairan Barat Kepulauan Tanimbar
  • Perairan Timur Kepulauan Tanimbar
  • Perairan Kepulauan Babar
  • Perairan Kepulauan
  • Sermata sampai Kepulauan Leti
  • Laut Arafuru bagian Tengah
  • Laut Arafuru bagian Barat
  • Laut Banda

Saran Keselamatan

Berisiko terhadap keselamatan pelayaran:

  • Perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1.25 meter.
  • Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot san tinggi gelombang mencapai 1.5 meter.
  • Kapal Feri apabila kecepatan angin mencapai 21 knot san tinggi gelombang mencapai 2.5 meter.(*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.