Gejala campak kerap dianggap mirip dengan cacar air karena sama-sama menimbulkan ruam pada kulit. Padahal, menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, kedua penyakit ini memiliki ciri yang cukup berbeda.
dr Piprim menjelaskan, ruam pada cacar air biasanya berupa gelembung kecil yang berisi cairan. Bentuknya tampak seperti bintik-bintik kecil yang menyebar di kulit. Selain itu, demam pada pengidap cacar air umumnya tidak terlalu tinggi.
"Kalau cacat air, cacar air sebagaimana namanya, ada physical, gelembung yang berisi cairan," ucapnya dalam tayangan detikSore, Kamis (5/3/2026).
Sementara itu, ruam pada campak memiliki karakteristik yang berbeda. dr Piprim mengatakan, ruam campak tidak berisi cairan, melainkan berupa bercak-bercak merah yang tampak lebih besar dan menyatu di beberapa bagian kulit.
"Kalau campak itu kan memang makulopapular, merah-merah tapi yang tebal gitu, nggak ada airnya," ujarnya.
Di sisi lain, dr Piprim mengatakan campak dapat terjadi pada semua kelompok usia. Namun, sebagian besar kasus memang ditemukan pada anak-anak, terutama balita dan anak usia sekolah.
"Orang dewasa bisa juga, ya, bisa kena," ucapnya lagi.







