Akhirnya Pulang! Vina Korban ‘Pengantin Pesanan’ Asal Cirebon Dijemput di Bandara Soetta
Mutiara Suci Erlanti March 07, 2026 06:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Tangis haru menyelimuti proses pemulangan Vina, perempuan asal Kabupaten Cirebon yang sempat viral di media sosial karena memohon pertolongan dari luar negeri.


Setelah melalui berbagai upaya, Vina yang diduga menjadi korban praktik 'pengantin pesanan' akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia dan dijemput di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (6/3/2026).


Pemulangan korban melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum.

Baca juga: Setelah ‘Pengantin Pesanan’ Viral, Vina Cirebon Video Call Dengan KDM, Minta Dibantu Pulang


Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon turut membantu proses penjemputan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Provinsi Jawa Barat serta Polda Jawa Barat.


Proses penjemputan berlangsung sekitar pukul 13.55 WIB dan turut dihadiri oleh perwakilan keluarga Vina yang datang langsung untuk mendampingi kepulangannya ke tanah air.


Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani mengatakan, setelah tiba di Indonesia, korban langsung mendapatkan pendampingan intensif guna memastikan kondisi fisik dan psikologisnya pulih.


“Setelah tiba di Indonesia, Vina langsung dibawa ke rumah aman untuk menjalani pemulihan psikologis dan pemeriksaan kesehatan oleh tim dari DP2AKB Provinsi Jawa Barat,” ujar Indra Fitriani melalui keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2026).


Ia menyampaikan, bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).


Selain itu, proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini juga akan segera dilakukan oleh kepolisian.


“Polda Jawa Barat juga akan melakukan proses hukum terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang yang dialami korban,” ucapnya.

Baca juga: Rombongan Datang 4 Kali ke Cirebon, Beri Mahar Lalu Bawa Vina ke China, Ini Kronologi Versi Keluarga


Menurutnya, langkah tersebut dilakukan tidak hanya untuk memastikan kondisi korban pulih, tetapi juga untuk menindaklanjuti proses penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan orang tersebut.


“Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi korban pulih sekaligus menindaklanjuti proses penyelidikan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut,” jelas dia.


Kasus ini sebelumnya mencuat setelah video pengakuan Vina beredar luas di media sosial.


Dalam video tersebut, Vina mengaku menjadi korban dugaan TPPO di China dan memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar dapat dipulangkan ke Indonesia.


Menanggapi video tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon langsung merespons dengan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta sejumlah pihak terkait untuk memastikan keselamatan korban dan kelancaran proses pemulangannya.


Diduga, pelaku menggunakan modus dengan mendatangi korban dan keluarganya secara langsung.


Setelah terjadi kesepakatan, korban kemudian diberangkatkan ke luar negeri.

VIDEO CALL KDM - Vina warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban TPPO dengan modus pengantin pesanan melakukan video call langsung dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk meminta pertolongan
VIDEO CALL KDM - Vina warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban TPPO dengan modus pengantin pesanan melakukan video call langsung dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk meminta pertolongan (Istimewa/Tangkapan layar Vina)


*Viral Minta Tolong dari China*


Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat mendadak mengguncang jagat media sosial. 


Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan asal Kabupaten Cirebon menangis meminta pertolongan karena mengaku menjadi korban praktik 'pengantin pesanan' dan berada di China.


Video itu salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @teraswarga dan menjadi perbincangan luas publik.


Dalam rekaman tersebut, perempuan yang mengaku bernama Vina menyampaikan permintaan tolongnya secara langsung kepada Gubernur Jawa Barat.


“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Yang terhormat Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi. Perkenalkan, nama saya Fitna, saya dari Cirebon. Saya sedang berada di China saat ini,” ujarnya dengan suara bergetar.


Ia kemudian mengungkap dugaan praktik pengantin pesanan yang menjerat dirinya.


Tak hanya itu, Vina juga mengaku mengalami kekerasan fisik apabila tidak mengikuti kemauan pihak yang menahannya.


“Saya juga sudah mengalami tindakan kekerasan fisik jikalau saya tidak menuruti dan mengikuti kemauan mereka. Dengan itu, saya memohon amat sangat kepada Pak Dedi, tolong bantu saya agar saya bisa kembali ke tanah air. Saya ingin kembali ke rumah,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Dua PLTU Cirebon Dipaksa Kerja Maksimal Agar Pasokan Listrik Jawa-Bali Aman


“Tolong bantu saya, Pak. Terima kasih,” tambahnya.


Berdasarkan informasi yang beredar, Vina diketahui merupakan warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.


Dalam narasi yang menyertai video tersebut disebutkan bahwa korban diduga disekap di China dan tidak dapat menguasai dokumen pribadinya, termasuk paspor.


Kasus ini kembali menyoroti maraknya modus “pengantin pesanan” yang diduga menjadi pintu masuk praktik tindak pidana perdagangan orang lintas negara.


Kini publik berharap proses hukum dapat mengungkap jaringan pelaku sekaligus mencegah kasus serupa kembali terjadi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.