Di Balik Dapur MBG Bulungan, Ratusan Relawan Bekerja hingga Subuh
Amelia Mutia Rachmah March 07, 2026 07:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, bukan hanya menghadirkan makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. 

Di balik dapur program tersebut, ratusan relawan bekerja setiap hari mulai dari sore hingga dini hari untuk memastikan makanan siap didistribusikan.

Melansir dari Tribunkaltara.com, Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulungan, Andika Setiawan, menjelaskan bahwa aktivitas dapur MBG dimulai dari tahap persiapan bahan makanan yang dilakukan sejak sore hari.

Jadwal Jam Kerja MBG

Menurut Andika, para relawan sudah mulai bekerja sekitar pukul 15.00 Wita untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak.

“Dari persiapan bahan makanan itu biasanya mulai jam 3 sore sampai selesai. Rata-rata sekitar 8 jam kerja, tapi bisa juga lebih cepat tergantung banyaknya bahan yang harus disiapkan,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Di Kabupaten Bulungan sendiri terdapat sekitar 19 dapur MBG yang beroperasi. Setiap dapur memiliki tim relawan yang bertugas mempersiapkan berbagai bahan makanan sebelum proses memasak dimulai.

Baca juga: Tiket Gratis Kapal Laut Mudik Lebaran 2026, Cara Daftar dan Kuota, Ada Rute Balikpapan-Parepare

Jika bahan makanan yang harus disiapkan tidak terlalu banyak, proses persiapan dapat selesai lebih cepat, bahkan hanya memerlukan waktu dua hingga lima jam.

Namun, untuk menu yang membutuhkan banyak bahan yang harus dipotong atau dipersiapkan, waktu kerja bisa lebih lama.

“Misalnya kalau menunya seperti ayam dengan sayur kol dan buncis yang harus dipersiapkan semua, biasanya lebih dari delapan jam,” jelas Andika.

Memasak Dimulai Dini Hari

Setelah tahap persiapan selesai, proses memasak biasanya dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari. Aktivitas ini dapat berlangsung hingga pagi hari tergantung jumlah makanan yang harus disiapkan.

“Mulai masak jam 2 subuh. Selesainya tergantung kondisi, kadang bisa jam 6 pagi, jam 7, bahkan pernah sampai jam 9 pagi,” katanya.

Baca juga: Gagal Menyeberang ke Nunukan, Pria Pembawa Sabu Diringkus di Dermaga Bambangan

Selain tim persiapan dan memasak, dapur MBG juga memiliki tim khusus yang bertugas melakukan pemorsian makanan. Proses ini biasanya dimulai sekitar pukul 05.00 pagi dan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 siang.

“Pemorsian itu biasanya mulai jam 5 pagi sampai sekitar jam 12 siang,” tambahnya.

Operasional dapur MBG di Bulungan melibatkan sekitar 600 relawan yang berasal dari masyarakat setempat. Mereka terdiri dari berbagai peran, mulai dari juru masak, tim persiapan bahan, hingga petugas pembersih ompreng.

Meski disebut relawan, para pekerja tersebut tetap menerima insentif harian. Besaran upah berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per orang setiap hari, tergantung pada keahlian dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

“Kalau sekitar Rp200 ribu itu biasanya untuk yang sudah profesional, seperti bagian tertentu yang memang punya keahlian khusus,” jelas Andika.

Baca juga: Pemkab PPU Jajaki Kerja Sama Penyediaan Produk Baja Nasional untuk Dukung Program Desa dan MBG

Pembayaran tersebut sebagian berasal dari mitra penyelenggara dapur. Sementara untuk tenaga SPPG yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), penggajiannya mengikuti ketentuan sesuai golongan.

Selama bulan Ramadan, aktivitas dapur MBG di Bulungan tetap berjalan seperti biasa. Meskipun menu yang disiapkan cenderung lebih sederhana atau instan, jumlah relawan yang terlibat tidak mengalami pengurangan.

“Kalau Ramadan menunya biasanya lebih sederhana atau instan, tapi relawannya tetap dipakai semua karena mereka sudah terdaftar di dapur,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.