Dikenal Suka Bagi-bagi Uang ke Warga, Bos Tembakau di Madura Kaget Terdaftar Jadi Penerima Bansos
Ani Susanti March 07, 2026 10:14 AM

TRIBUNJATIM.COM - Sosok bos tembakau asal Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur belakangan menjadi sorotan karena renovasi rumah warga miskin dari keuntungan dapur MBG.

Sosok yang dimaksud adalah Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her.

Di balik kebaikannya itu, ada cerita unik yang pernah dialaminya.

Pada tahun 2024 lalu, Haji Her kaget karena namanya tercatat sebagai masyarakat penerima bantuan sosial dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bahkan, anak, istrinya serta ibu Haji Her juga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca juga: Sosok Haji Her Crazy Rich Madura yang Bangun 1000 Rumah untuk Warga Miskin, Tak Mau Jadi Pejabat

Hasil penelurusan di website cekbansos.kemensos.go.id pada Selasa (23/7/2024), nama Haji Her dan istrinya, tertera sebagai penerima bantuan sosial.

Haji Her mengaku kaget karena namanya tertera sebagai penerima bantuan sosial.

Padahal, selama ini dirinya tidak pernah menerima apa pun, bahkan rutin membagikan bantuan sosial melalui uang pribadinya kepada masyarakat.

“Tolong data itu dihapus. Saya tidak pernah menerima bantuan,” ujar Haji Her melalui sambungan telepon, Selasa (23/7/2024) lalu, melansir dari Kompas.com.

Bantuan sosial, menurutnya, harus diberikan kepada warga yang berhak.

Sedangkan data dirinya dimasukkan ke dalam DTKS, tanpa ada konfirmasi kepada dirinya.

“Berikan bantuan itu kepada yang berhak,” imbuhnya.

Tanggapan Dinsos

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan, Herman Hidayat menjelaskan, DTKS merupakan pangkalan data masyarakat pra sejahtera.

Kewenangan memasukkan nama penerima bantuan sosial dari pihak desa.

Data tersebut secara berkala harus dilaporkan kepada Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial.

“Saya minta agar data Haji Her dan keluarganya diajukan oleh desa untuk dihapus. Yang bersangkutan tidak berhak menerima bantuan jenis apa pun dari pemerintah,” kata Herman Hidayat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Kadur Fatmawati mengatakan, nama Haji Her dan keluarganya sudah diusulkan untuk dihapus sebagai warga penerima bantuan sosial.

Usulan itu sudah diputuskan dalam musyawarah desa.

“Sudah diusulkan untuk dihapus berdasarkan hasil musyawarah desa. Pengajuannya dilakukan pada pertengahan bulan Juli. Saya sendiri yang membawa dokumen pengajuannya,” ujar Fatmawati.

Pengajuan tersebut, kata Fatmawati, sudah disetujui. Dirinya mengaku tidak paham mengapa nama Haji Her masih masuk dalam website.

“Yang jelas pengajuannya sudah selesai dan disetujui untuk dihapus karena Haji Her masuk kategori mampu,” ungkapnya.


Haji Her adalah seorang pengusaha tembakau.

Namanya sempat menjadi perbincangan pada saat Pemilu Presiden 2024.

Sebab, dia terekam kamera bersama dengan Gus Miftah membagi-bagikan uang kepada warga di gudang tembakau miliknya di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan

 Peristiwa itu menyebabkan Haji Her dipanggil Bawaslu untuk dimintai keterangan.

Haji Her sendiri, dikenal masyarakat dengan sebutan Sultan Madura karena rumahnya yang mewah, banyak koleksi mobil mewah, dan kerap membagikan uang kepada masyarakat, anak yatim, guru ngaji.

Bedah Rumah Warga

Baru-baru ini, bantuan sosial berupa bedah rumah dilakukan oleh Haji Her di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Program bedah rumah itu dibiayai dari keuntungan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Haji Her di Bangkalan.

Haji Her mengatakan, meski SPPG miliknya baru beroperasi selama sebulan, namun sudah mendapatkan keuntungan.

Dari seluruh keuntungan itu, dia berikan kepada masyarakat di sekitar dapur miliknya dalam bentuk bantuan membedah rumah.

"Memang kita baru jalan sebulan. Dari keuntungan MBG ini saya pakai untuk bedah rumah," ujar Haji Her, Selasa (3/3/2026), melansir dari Kompas.com.

Melalui timnya di Bawang Merah Center (BMC), Haji Her mendapatkan data orang tidak mampu di desa tersebut.

Menurut dia, tim BMC melakukan kroscek lapangan untuk menentukan agar penerima tepat sasaran.

"Hari ini peletakan batu pertama untuk bedah rumah di Bangkalan," katanya.

Baca juga: Sebulan Punya Dapur MBG, Bos Tembakau Bisa Renovasi Rumah Warga Miskin dari Keuntungan: Tiap Bulan 1

Pria berjuluk "Crazy Rich Madura" ini juga mengatakan bahwa dana pembangunan bedah rumah murni dari hasil dari dapur MBG miliknya yang sudah beroperasi selama sebulan.

Bahkan, Haji Her mengaku, tak mengambil keuntungan sepeserpun dari program MBG tersebut.

"Hasilnya saya buat bedah rumah agar bisa ditiru oleh dapur lain. Program MBG yang diberikan pemerintah jangan disalahgunakan hanya semata-mata mengambil keuntungan pribadi," ucapnya.

Rencananya, Haji Her akan membangun atau merenovasi satu rumah tiap bulan untuk masyarakat Bangkalan. Dana pembangunan itu akan diambil dari keuntungan dari dapur MBG atau SPPG miliknya setiap bulan.

"Semua hasil MBG, tiap bulan satu rumah. Sepeserpun saya tidak ambil," ujar pria asal Pamekasan itu.

Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarizi, mengaku bersyukur warganya bisa mendapatkan bantuan bedah rumah.

DIa juga bersyukur dapur MBG milik Haji Her memberikan banyak manfaat untuk warga desanya.

"Alhamdulillah setelah kemarin bagi-bagi uang untuk siswa, kali ini memberikan bantuan bedah rumah untuk warga kami yang kurang mampu. Terima kasih banyak," kata Alfarizi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.