PROHABA.CO, BANDA ACEH - Pelantikan Prof Dr Mirza Tabrani SE, MBA, DBA sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031 menjadi momen penting dalam sejarah pendidikan tinggi di Aceh.
Acara pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof Dr Dayan Dawood MA, USK Darussalam, Banda Aceh, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Prof Mirza Tabrani yang meraih suara terbanyak pada pemilihan Rektor USK tanggal 2 Februari lalu, dilantik oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr Safrizal ZA MSi, disaksikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto, ST, MEng, PhD.
Mendiktisaintek sendiri secara 'ex-officio' merupakan salah satu anggota MWA USK.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK, Prof Dr Rusli Yusuf MPd mengatakan, skenario pelantikan yang demikian, dalam artian dilantik oleh Ketua Majelis Wali Amanat USK, bukan oleh menteri, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2023 tentang Statuta USK.
Ketentuan yang demikian berlaku khusus bagi perguruan tinggi negeri yang berstatus badan hukum (PTN-BH).
Terhadap PTN yang masih berstatus satuan kerja (Satker) atau badan layanan umum (BLU), surat keputusan (SK) pengangkatan rektornya tetap diterbitkan oleh Mendiktisaintek dan dilantik menteri di Jakarta.
"Nah, pelantikan Profesor Mirza Tabrani sebagai rektor bulan ini merupakan sejarah baru bagi USK.
Baca juga: Prof Mirza Tabrani Terpilih Sebagai Rektor USK Periode 2026-2031, Berikut Profil dan Karier Akademik
Sebab, yang mengambil sumpahnya adalah Ketua Majelis Wali Amanat USK, sedangkan menteri hadir sebagai saksi.
Ini beda pelantikan rektor di kampus yang sudah PTN-BH dengan kampus yang masih berstatus BLU atau Satker," terang Prof Rusli Yusuf.
Menurutnya, Menteri Brian Yuliarto sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir pada pelantikan Rektor USk tersebut.
Rusli Yusuf menambahkan bahwa seusai prosesi pelantikan Rektor USk, akan dilanjutkan dengan tausiah dan buka puasa bersama.
Dr Safrizal ZA yang akan melantik Prof Mirza Tabrani sebagai Rektor USK, selain menjabat Ketua MWA USK, juga menjabat sebagai Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri dan kini merangkap sebagai Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Wilayah Aceh.
Adapun Menteri Brian Yuliarto yang menjadi saksi pelantikan merupakan seorang profesor di bidang nanoteknologi dan menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sejak 19 Februari 2025.
Prof Mirza Tabrani dilantik sebagai Rektor USK menggantikan Prof Dr Ir Marwan yang berakhir masa jabatannya pada 6 Maret 2026.
Marwan sebetulnya juga ikut bertarung saat pemilihan rektorr oleh Majelis Wali Amanat dalam Rapat Pleno Tertutup di Balai Senat USK Darussalam, Banda Aceh, Senin (2/2/2026) lalu.
Calon rektor lainnya saat itu adalah Prof Dr Ir Agussabti MSi (Wakil Rektor I Bidang Akademik USK).
Namun, keberuntungan berpihak pada Prof Mirza. Mantan dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK ini meraih 13 suara, sedangkan Agussabti 5, dan Marwan 1 suara.
Baca juga: Prof Dr Mirza Tabrani Terpilih Jadi Rektor USK Periode 2026–2031
Berdasarkan catatan Prohaba.co, USK yang dulunya menggunakan akronim Unsyiah, genap berusia 65 tahun pada 2 September tahun ini.
Prof Mirza Tabrani sendiri tercatat sebagai rektor ke-12 di kampus negeri pertama di Aceh dan sudah berstatus PTN-BH ini.
Pucuk pimpinan di Unsyiah/USK diawali oleh Kolonel M. Jasin pada tahun 1961-1963 sebagai Pejabat Presiden Unsyiah yang saat itu menjabat Panglima Kodam Iskandar Muda.
Berikutnya, Unsyiah dipimpin oleh Drs Marzuki Nyaman selaku Ketua Presidium Unsyiah Periode 1963-1965, saat ia menjabat Wakil Gubernur Aceh.
Istilah rektor untuk pertama kalinya digunakan di lingkungan Unsyiah, saat kampus tertua di Aceh ini dipimpin oleh Prof Dr A Madjid Ibrahim pada tahun 1965-1973.
Penerus Madjid Ibrahim adalah Prof Dr Ibrahim Hasan MBA yang memimpin Unsyiah dua periode (1973-1983).
Rektor Unsyiah berikutnya adalah Prof Dr Abdullah Ali MSc, juga menjabat dua periode (1983-1991).
Abdullah Ali digantikan oleh Prof Dr M Ali Basyah Amin MA yang memimpin Unsyiah satu periode (1991-1995)
Berikutnya, Unsyiah dipimpin Prof Dr Dayan Dawood MA untuk periode 1995-2000. Namun pada periode kepemimpinannya, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini meninggal dalam tugas akibat ditembak orang tak dikenal pada 6 September 2021.
Sepeninggal Dayan Dawood, Rektor Unsyiah dijabat Prof Dr Ir Abdi Abdul Wahab MSc. Ia menjadi rektor hingga tahun 2006.
Tahun 2006 hingga 2012, Unsyiah dipimpin oleh Prof Dr Darni M. Daud MEd.
Kemudian, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng memimpin Unsyiah sebagai Penjabat Rektor menggantikan Prof Darni M. Daud yang tersangkut kasus hukum. Samsul terpilih dua periode memimpin Unsyiah (2012-2022). Pada masanya pula akronim Unsyiah diubah menjadi USK dan berlaku hingga kini.
Pengganti Samsul Rizal adalah Prof Dr Ir Marwan yang memimpin USK sejak 2022 hingga 6 Maret 2026.
Setelah itu, USK dipimpin Prof Dr Mirza Tabrani hingga tahun 2031 nanti.
Putra Tabrani SE, mantan dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK ini, tercatat sebagai rektor ke-10 di USK atau merupakan pucuk pimpinan ke-12 di USK jika dihitung sejak jabatan rektor masih bernama Presiden dan Ketua Presidium Unsyiah.
Pelantikan Prof Dr Mirza Tabrani SE, MBA, DBA sebagai Rektor USK periode 2026–2031 bukan hanya pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum penting bagi USK untuk menatap masa depan.
Dengan sejarah panjang, status PTN-BH, dan dukungan penuh dari sivitas akademika serta pemerintah, USK di bawah kepemimpinan Mirza diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di Aceh dan Indonesia.
(Yarmen Dinamika)
Baca juga: Agussabti, Marwan, dan Mirza Resmi Jadi Calon Rektor USK, Pemilihan 2 Februari
Baca juga: MWA Tetapkan Enam Bakal Calon Rektor USK Periode 2026–2031, Dr Rizal Munadi Gugur
Baca juga: 8 Akademisi Resmi Daftar Calon Rektor USK 2026–2031, Rita Khathir dan Rizal Munadi Ikut Mendaftar