BANJARMASINPOST.CO.ID - Ramadhan 1447 Hijriah telah melewati pertengahan bulan. Masih ada waktu lebih kurang dua pekan mencapai hari kemenangan.
Ada pun Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu-Minggu (21-22/3/2026).
Untuk kepastiannya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Baca juga: Resep Sajian Kuliner Hari Raya Idul Fitri 2025, Ide Olahan Menu Lontong Cocok Jadi Sajian Keluarga
Mengutip laman kemenag.go.id, Kemenag akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H.
Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Terlepas nanti ada perbedaan dengan organisasi Muhammadiyah yang telah menetapkan Idulfitri 1447 H pada Jumat 20 Maret 2026, hari raya tetaplah dirayakan penuh suka cita.
Lebaran merupakan kesempatan untuk menjalin silaturahmi dan juga momen yang tepat untuk menikmati kuliner khas Indonesia.
Berikut 8 rekomendasi kuliner khas Lebaran dari berbagai penjuru Indonesia, dilansir dari laman Kementerian Pariwisata RI.
Hidangan ini diperkirakan sudah popular sejak masa Sunan Kalijaga, satu dari Sembilan Wali (Wali Songo) yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Namanya berasal dari Bahasa Jawa “Ngaku Lepat” yang artinya mengakui kesalahan.
Sesuai dengan esensi Lebaran yakni mengakui kesalahan masing-masing dan saling memaafkan.
Ketupat memiliki bentuk khas yaitu persegi dan dibungkus anyaman daun kelapa muda.
Bahan isiannya berupa beras yang dimasak hingga padat.
Citarasanya cenderung gurih dengan tekstur nan lembut.
Cocok dipadukan dengan hidangan berkuah seperti opor ayam.
Di Kalimantan Selatan, terkenal Ketupat Kandangan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Lauknya ikan haruan atau gabus dan biasa disantap pakai tangan, tanpa gunakan sendok.
Biasanya, opor ayam menjadi pasangan yang “serasi” dengan ketupat.
Rasanya cenderung manis dengan aroma bumbu nan kuat serta kuah yang kental.
Opor ayam berasal dari daerah Jawa dan biasanya dimasak menggunakan santan beserta aneka rempah seperti serai, kunyit, dan lengkuas.
Kunyit menjadikan warnanya terlihat menguning dan serai membuat aromanya kuat.
Ayamnya pun dimasak hingga dagingnya lembut saat digigit.
Hidangan berbahan dasar daging sapi ini dimasak dalam waktu yang lama selama berjam-jam.
Dagingnya dimasak menggunakan santan dan bermacam-macam rempah hingga berwarna kecokelatan cenderung gelap.
Citarasa rendang begitu kaya dengan rempah, aromanya kuat, dan cenderung pedas.
Tak heran, sajian khas Minangkabau Sumatera Barat ini dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia oleh CNN pada 2011, 2017 dan 2021.
Lontong sayur merupakan kuliner perpaduan antara lontong yang dibungkus daun pisang dengan sayur labu siam berkuah santan.
Biasanya terdapat tambahan telur dan potongan ayam. Tentunya, ditambah dengan sambal pedas nan menggugah selera. Citarasanya perpaduan gurih dan pedas.
Hidangan berbahan dasar hati ayam atau sapi serta potongan kentang berbentuk kotak kecil-kecil ini dimasak dengan aneka bumbu.
Mulai dari cabai, santan, petai, dan lengkuas, semuanya menambah kaya rasa hidangan ini.
Sambal goreng ati dan kentang ini memiliki rasa manis cenderung pedas.
Cocok disantap bersama dengan ketupat dan opor untuk menyeimbangkan rasa manis dari keduanya.
Semur daging memiliki citarasa nan cenderung manis dan tekstur empuk karena penggunaan kecap manis dan gula dalam pembuatannya.
Kuahnya lezat karena tak hanya manis, tetapi juga segar. Hidangan ini melambangkan kehangatan keluarga di rumah yang bikin rindu.
Biasanya, semur daging disajikan juga dengan kentang dan telur guna variasi rasa dan tekstur.
Paling cocok disantap dengan sepiring nasi putih hangat bila bosan dengan hidangan ketupat.
Selain ketupat, lemang juga dikenal sebagai salah satu kuliner khas Lebaran.
Terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan Selatan sebagai pengganti ketupat maupun lontong di momen hari raya Idulfitri.
Lemang memang terlihat seperti lontong.
Namun, perbedaannya terletak pada bahannya yang dibuat dari beras ketan dan santan.
Selanjutnya, digulung dengan daun pisang dan dimasukkan dalam seruas bambu, lalu dibakar hingga matang.
Hidangan ini bercitarasa gurih dan kenyal. Aromanyasangat khas apalagi jika baru selesai dimasak.
Biasanya, lemang disajikan bersama rendang dan serundeng.
(Banjarmasinpost.co.id)