Jenderal Prancis Sebut Israel-Amerika Sulit Menangkan Perang Lawan Iran: Berjuang sampai Syahid
Januar March 07, 2026 02:14 PM

 


 
TRIBUNJATIM.COM-Israel dan Amerika disebut bakal sulit memenangkan perang melawan Iran.
 
Itu seperti yang disampaikan oleh seorang Jenderal Prancis.
 
Dilansir dari Tribunnews, analisis Prancis menyebut bahwa Iran siap berperang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal ini lantaran termasuk kemampuan serta amunisi Iran yang telah dimiliki sejak puluhan tahun.

Hal ini dikatakan oleh Jenderal Prancis François Chauvancy, pemimpin redaksi jurnal Défense de l'Union-IHEDN, yang diterbitkan oleh asosiasi alumni Institut Studi Pertahanan Nasional Lanjutan Prancis.

Jenderal Prancis François Chauvancy menyebut Iran siap berperang bahkan hingga mati syahid.

Baca juga: Perang Iran-Israel-AS dan Selat Hormuz Ditutup Picu Panic Buying, Warga Malang Antre Beli BBM

 
François mengatakan bahkan Iran yang melemah masih memiliki kapasitas untuk memperpanjang konflik.

Pihaknya juga mengatakan bahwa Iran masih dapat menyebabkan kerusakan serius.

Yakni melalui rudal, drone dan bentuk lain dari perang hibrida yang lebih sulit untuk dihentikan.

Iran adalah negara yang luas, dengan populasi sekitar 90 juta, dan sistem keamanan yang telah dibangun selama hampir lima dekade.

Kepemimpinannya telah lama membingkai konfrontasi dengan AS dan Israel sebagai tantangan strategis utama.

 
"Iran memiliki wilayah yang tiga kali ukuran Perancis dan sistem keamanan yang sudah ada selama 47 tahun. Jadi ini adalah negara yang telah mempersiapkan perang," ujar François, mengutip RFI, Sabtu (7/3/2026).

"Hari ini mereka siap untuk perang. Pertanyaannya adalah apakah mereka memiliki peralatan dan bahan untuk menang. Aku tidak berpikir begitu. Tapi mereka masih bisa menyebabkan kerusakan serius," lanjutnya.

Mati Syahid, disebut François, DNA pejuang Iran.

"Mereka memiliki kemauan untuk berjuang, bahkan sampai mati syahid. Ini adalah bagian dari DNA mereka."

"Seseorang yang bersedia berjuang sampai mati tanpa ragu-ragu untuk mencapai surga adalah kekuatan moral yang sangat sulit dikalahkan menggunakan cara militer saja," imbuhnya.

Jenderal François juga menekankan bahwa memenangkan perang (antara Iran versus AS-Israel) adalah sesuatu yang sangat berbeda.

Walaupun menurutnya saat ini secara militer, Iran tanpa diragukan lagi melemah, tetapi menurut Jenderal François masih mempertahankan kapasitas yang kuat untuk menyebabkan kerusakan.

"Tidak akan ada kemenangan dalam perang ini kecuali pada akhirnya mengarah pada negosiasi tentang kerangka politik yang ditentukan," pungkasnya.

Juru bicara Iran Kritik Tanggapan PBB Terhadap Serangan AS-Israel
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS dan Israel melakukan apa yang dia gambarkan sebagai tindakan agresi yang tidak beralasan terhadap Iran, mengutip Al Jazeera.

Dalam sebuah posting di X yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Esmaeil Baghaei menguraikan risiko konflik terhadap ekonomi global, dengan mengatakan fokusnya juga harus pada korban sipil di Iran.

Dia mengatakan warga sipil, termasuk 165 anak-anak dan staf sekolah di kota Minab, telah tewas selama seminggu terakhir dari apa yang dia gambarkan sebagai serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Baghaei juga meminta PBB untuk bertanggung jawab termasuk secara moral atas apa yang ia gambarkan sebagai perang ilegal melawan Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.