BANJARMASINPOST.CO.ID - Lebih kurang 2 pekan lagi, umat Islam di seluruh belahan dunia akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2006.
Bagi kaum muslim yang mampu dari segi ekonomi, biasanya merayakan hari kemenangan itu dengn cara kenakan pakaian baru.
Untuk kaum hawa, selain baju Lebaran, pilihan jilbab juga jadi bagian penting yang menentukan keseluruhan penampilan.
Baca juga: Variasi Model Hijab Ala Lesti Kejora, Celine Evangelista hingga Aurel, Cocok Dipakai saat Lebaran
Melansir Kompas.com, tren fashion muslim 2026 diprediksi menghadirkan gaya yang lebih praktis, nyaman, tetapi tetap elegan.
Tak hanya mengikuti perkembangan estetika modest fashion, jilbab yang populer tahun ini juga menekankan pada kenyamanan bahan ringan, tidak mudah panas, dan mudah dibentuk.
Lantas, model jilbab seperti apa yang diperkirakan menjadi tren saat Idul Fitri atau Lebaran 2026?
Berikut beberapa rekomendasi jilbab yang diprediksi populer karena nyaman dipakai seharian, tidak mudah gerah, dan mudah dibentuk.
Satu model jilbab yang diperkirakan tetap populer adalah pashmina berbahan viscose polos.
Material ini dikenal tipis, lembut, dan memiliki sirkulasi udara yang cukup baik sehingga terasa sejuk di kulit.
Karakteristik viscose yang ringan membuat jilbab mudah dibentuk tanpa perlu banyak jarum pentul.
Hal ini tentu memudahkan pemakai yang ingin tampil rapi dengan gaya sederhana.
Selain itu, warna polos seperti beige, sage green, dusty pink, hingga soft grey menjadi pilihan yang banyak diminati karena memberi kesan minimalis namun elegan.
Meski demikian, bahan viscose cenderung agak menerawang sehingga disarankan menggunakan dalaman seperti ciput ninja agar tampilan tetap rapi.
Bagi yang menginginkan tampilan lebih mewah, pashmina berbahan cashmere bisa menjadi pilihan menarik untuk Lebaran 2026.
Tekstur bahan ini dikenal sangat lembut dengan jatuh kain yang rapi sehingga mudah membentuk lipatan yang elegan. Meski terlihat cukup tebal, cashmere tetap terasa ringan saat dikenakan.
Keunggulan lain dari bahan ini adalah kemampuannya menjaga bentuk hijab tetap rapi sepanjang hari.
Hal ini membuat pashmina cashmere sering dipilih untuk acara formal seperti silaturahmi keluarga besar atau open house Lebaran.
Tren hijab dari Malaysia juga diprediksi semakin populer di Indonesia. Model ini dikenal praktis dengan potongan yang sederhana namun tetap terlihat elegan.
Umumnya hijab Malaysia hadir dalam bentuk segi empat atau instan dengan jahitan rapi di bagian tepi.
Beberapa desain terbaru bahkan menambahkan detail bordir tipis atau aksen shimmer yang halus.
Sentuhan kecil tersebut membuat tampilan hijab terlihat lebih festive tanpa terkesan berlebihan.
Karena bentuknya yang praktis, hijab ini cocok bagi mereka yang ingin tampil rapi dengan waktu styling yang lebih singkat.
Hijab segi empat berbahan Paris Japan masih menjadi pilihan klasik yang tidak pernah kehilangan penggemar.
Bahan ini memiliki tekstur ringan namun tidak terlalu tipis, sehingga lebih mudah dibentuk dibandingkan bahan yang terlalu licin.
Karakter tersebut membuat lipatan hijab terlihat rapi dan tegas di bagian dahi.
Selain itu, bahan Paris Japan juga dikenal tidak mudah panas sehingga nyaman dipakai saat bersilaturahmi dari pagi hingga malam.
Warna-warna netral seperti cream, mocca, olive, hingga navy biasanya menjadi pilihan populer karena mudah dipadukan dengan berbagai model busana Lebaran.
Jika ingin tampil lebih ekspresif, pashmina dengan motif printing juga diprediksi menjadi tren Lebaran 2026.
Motif floral, abstrak, hingga geometris memberikan sentuhan visual yang lebih hidup pada penampilan.
Dengan perpaduan warna yang harmonis, pashmina printing bahkan bisa menjadi statement piece dalam satu tampilan.
Keunggulan model ini adalah kemampuannya memberi kesan stylish tanpa memerlukan banyak aksesori tambahan.
(Kompas.com)