TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) aman sampai Lebaran.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tidak perlu membeli BBM berlebih menyusul adanya kabar ketersediaan stok BBM hanya tersisa sampai 20 hari.
Ketersediaan BBM sisa 20 hari ke depan diungkapkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merespons adanya isu ditutupnya Selat Hormuz dampak perang AS-Israel Vs Iran.
Baca juga: Di Tengah Isu Kelangkaan BBM Imbas Perang Iran VS As-israel, Wagub Taj Yasin Keliling SPBU Semarang
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan, untuk membaca ketersediaan stok BBM yang ada hari ini merupakan 20 kali lipat konsumsi normal.
Kemudian untuk hati berikutnya, stoknya juga sama yaitu 20 kali lipat kebutuhan normal.
Untuk itu, kata Taufiq, pihaknya menjamin tidak ada kelangkaan BBM sampai Idulfitri nanti.
Seluruh skenario distribusi BBM telah disusun demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan bahan bakar.
"Tidak perlu khawatir. Tidak perlu beli BBM berlebih. Stok kami pastikan aman. Semua skenario saat Ramadan dan Idulfitri kami jamin aman," kata Taufiq.
Taufiq menyampaikan, konsumsi BBM jenis gasoline atau bensin di Muria Raya selama momentum Idulfitri tahun ini diproyeksikan akan mengalami lonjakan sebanyak 18 persen.
Konsumsi BBM jenis gasoline yang semula 1.798 kiloliter per hari diprediksi akan naik menjadi 2.127 kiloliter per hari.
Mengingat adanya lonjakan konsumsi, Pertamina melakukan penambahan stok selama Ramadan dan Idulfitri.
Taufiq Kurniawan mengatakan, peningkatan stok BBM tersebut dari 15 persen sampai 20 persen yang dipasok dari Terminal BBM Pengapon maupun Boyolali.
Dengan adanya lonjakan konsumsi dan meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga menyiapkan beberapa skenario pelayanan ekstra misalnya adanya motoris yang siap untuk menyuplai BBM bagi kendaraan yang kehabisan BBM saat terjebak macet di wilayah Muria Raya.
Konsumen hanya tinggal menghubungi 135.
Di wilayah Muria Raya sudah disiapkan sebanyak 94 unit motoris.
“Kamudian ada SPBU siaga di jalur nontol ada 40 SPBU yang buka 24 jam. Kami minta buka 24 jam untuk memfasilitasi para pemudik. Kemudian ada mobile storage atau kantong BBM yang dia berfungsi memangkas jarak suplai dan waktu tempuh itu ada 3 unit di saluruh Muria Raya untuk antisipasi titik rawan longsor, rawan kemacetan yang mengakibatkan BBM tidak sampai tepat waktu. Kami antisipasi dengan nongkrongin mobil tangki yang remot nanti dia akan mengantarkan BBM ke SPBU di sakitarnya,” kata Taufiq.
Untuk memastikan seluruh pelayanan tersebut berjalan normal, pihaknya juga menyiapkan satuan tugas khusus sejak 9 Maret sampai H+15 lebaran.
“Dengan kami monitor khusus harapannya tidak ada gangguan pasokan BBM maupun elpiji,” kata Taufiq.
Berbeda dengan gasoline, untuk konsumsi BBM jenis gasoil atau solar diprediksi mengalami penurunan 6 persen.
Dari yang semula konsumsi per hari 1.280 kiloliter menjadi 1.178 kiloliter per hari. (goz)
Baca juga: Terjadi Panic Buying BBM, Apakah Harga Pertalite Akan Naik? Ini Penjelasan Pemerintah