TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Lahan kosong yang berada di sisi selatan Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan bakal disulap menjadi kebun pangan lestari skala kecil.
Selama ini, area tersebut hanya ditumbuhi rerumputan dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui program pemanfaatan lahan pekarangan, Sekretariat DPRD berencana menanam berbagai tanaman pangan seperti cabai, tomat, dan terong.
Selain memperindah lingkungan kantor, kebun tersebut diharapkan bisa memberi nilai manfaat bagi kebutuhan sehari-hari di lingkungan sekretariat.
Baca juga: Saksi Ahli KPK Gugup Saat Ditanya Surat Penetapan Tersangka Gus Yaqut
Baca juga: Kopi Good Day DBL Camp 2026 Resmi Digelar, 260 Student Athlete Berebut Tiket ke Amerika Serikat
Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan Mita Kritsiani mengatakan, bahwa pemanfaatan lahan tidur tersebut menjadi salah satu upaya sederhana agar area kantor lebih produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan skala kecil.
“Selama ini lahannya kosong dan kurang terawat. Ke depan akan kita manfaatkan untuk ditanami tanaman pangan seperti cabai, tomat, dan terong. Kalau hasilnya bagus, bisa dimanfaatkan oleh pegawai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Mita, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, konsep kebun pangan ini tidak membutuhkan anggaran besar. Program tersebut lebih menitikberatkan pada pemanfaatan lahan yang sudah tersedia dengan perawatan sederhana.
“Tidak perlu membuat greenhouse atau fasilitas yang mahal. Yang penting lahannya cukup, mendapat sinar matahari, serta dirawat dengan baik melalui pemupukan dan pengolahan tanah,” jelasnya.
Mita menambahkan, langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan pembenahan lahan, seperti membersihkan area dan membuat bedengan sebagai tempat penanaman.
Anggaran yang digunakan pun relatif kecil karena akan diambil dari pos perawatan taman.
Selain mempercantik lingkungan kantor, keberadaan kebun pangan tersebut juga diharapkan memberi manfaat praktis bagi pegawai, terutama saat harga komoditas seperti cabai melonjak di pasaran.
“Kalau sewaktu-waktu harga cabai naik, setidaknya kita punya alternatif dari kebun sendiri. Ini juga menjadi cara sederhana untuk memanfaatkan lahan yang selama ini belum produktif,” pungkasnya.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)