Jika manusia punah, siapa yang akan menguasai Bumi? Ada spesies tak terduga yang berpotensi menguasai Bumi selanjutnya. Pakar zoologi mulai menyingkapnya.
Pakar zoologi menyebutkan bahwa calon penguasa berikutnya mungkin jauh berbeda dari yang banyak orang bayangkan. Bukan simpanse atau burung gagak, seperti yang sering diduga, melainkan makhluk dengan kecerdasan dan kemampuan adaptasi luar biasa.
Spesies ini mampu memecahkan masalah, berkomunikasi dengan cara unik, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tak dapat diprediksi. Seperti apa makhluk misterius ini? Simak penjelasannya!
Siapa Calon Penguasa Bumi?
Dilansir dari , Pakar zoologi dari Universitas Oxford, Profesor Tim Coulson menilai gurita sebagai calon penguasa Bumi di masa depan dan kandidat pembentuk peradaban baru. Makhluk laut ini bukan sekadar penghuni samudra biasa.
Coulson menjelaskan gurita memiliki struktur saraf yang canggih dan sistem saraf terdesentralisasi. Hal ini membuat gurita mampu bertahan dan beradaptasi di dunia yang tak dapat diprediksi.
"Jika lingkungan mendukung, beberapa spesies gurita berpotensi berevolusi menjadi makhluk yang mampu membangun peradaban setelah manusia punah," ujar Coulson.
Ini Alasan Gurita Bisa Jadi Penguasa Bumi
Gurita telah menjelajahi lautan Bumi selama lebih dari 500 juta tahun dan memiliki sistem saraf yang sangat unik. Dua pertiga neuron mereka tersebar di lengan, bukan di otak pusat, sehingga setiap lengan bisa bergerak hampir secara mandiri. Struktur ini memungkinkan gurita mampu melakukan gerakan yang rumit, memanipulasi objek dengan presisi, dan merespons rangsangan dari lingkungannya secara bersamaan.
Coulson menunjukkan gurita memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan belajar yang luar biasa. Beberapa individu bahkan tercatat kabur dari tangki penelitian untuk mengunjungi tangki tetangga, membuktikan bahwa mereka mampu berpikir fleksibel berdasarkan pengalaman, bukan sekadar mengikuti naluri.
Gurita hidup di berbagai habitat, mulai dari palung laut yang dalam hingga perairan pesisir yang dangkal. Beberapa spesies bahkan mampu bernapas sebentar di luar air.
"Dengan kemajuan evolusi, bukan tidak mungkin gurita suatu hari bisa bernapas di darat dan berburu hewan darat seperti rusa atau domba, asalkan mereka selamat dari peristiwa yang memusnahkan manusia," kata Coulson, seperti dilansir .
Kenapa Hewan Lain Tak Bisa Jadi Pewaris Bumi
Meskipun manusia cenderung menominasikan simpanse atau bonobo sebagai calon pengganti, Coulson tetap meragukannya. Ia menyingkap kemungkinan lain yang tak terduga.
Hominid ini cerdas, mampu menggunakan alat, dan berjalan tegak untuk jarak pendek. Namun mereka tetap rentan terhadap ancaman lingkungan yang sama seperti manusia. Populasi yang kecil, habitat terbatas, dan laju reproduksi lambat membuat primata sulit bertahan lama.
Berbeda dengan primata, gurita hidup relatif mandiri dan tidak bergantung pada struktur sosial untuk bertahan. Mereka bereproduksi cepat dan berkembang secara kognitif dalam umur yang pendek, antara satu hingga lima tahun, memberi mereka keuntungan adaptasi di lingkungan yang cepat berubah.
Coulson menekankan bahwa gurita tidak akan membangun kota seperti manusia. Transisi ke darat membutuhkan jutaan tahun evolusi. Namun, kecerdasan, fleksibilitas, dan saraf yang terdistribusi membuat gurita lebih siap mengisi kekosongan ekologis dibanding spesies lain saat ini.
"Bisakah gurita menggantikan manusia dan mungkin primata jika mereka punah? Sangat mungkin. Mereka bisa menjadi otak lautan," ujar Coulson kepada The European, dikutip dari Futura-Sciences.






