Kronologi Mencuri Labu Siam Untuk Buka Puasa yang Menewaskan Warga Cianjur
ferri amiril March 07, 2026 02:35 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Sabtu (28/2/2026) tepat seminggu yang lalu menjadi awal tragedi labu siam yang menewaskan Minta (56) seorang warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Jika dirunut dari keterangan sang adik, Tita (41), penganiayaan kakaknya yang dihajar sama tetangganya sendiri UA (41), terjadi pada sore hari menjelang berbuka puasa.

Tita menceritakan, saat itu tak sempat diceritakan Minta mencuri dua buah labu siam di kebun yang dijaga UA jam berapa. Namun UA yang begitu kesal sering kehilangan labu siam sempat memergoki Minta yang sedang memetik dua buah labu siam. 

UA yang memergoki Minta langsung mengejar hingga sampai ke rumah. Diduga saat itu Minta lari karena ketakutan dan akhirnya sampai di rumahnya. Belakangan diketahui Minta nekat mencuri dua buah labu siam di kebun yang dijaga UA karena permintaan sang ibu yang sedang terbaring sakit dan ingin makan sayur sekalian masak untuk berbuka puasa.

Sampai di rumah korban, pelaku teriak dan memanggil Minta. Minta pun ke depan rumah dan langsung ditanya pelaku. Tanpa ada aba-aba, pelaku menghajar Minta beberapa kali hingga tersungkur. Minta berusaha bangun lagi namun dihajar lagi sama pelaku. Tita menceritakan ada adegan dimana kepala Minta dibenturkan ke tembok beberapa kali hingga korban sempat terkapar.

Hingga akhirnya sang adik Minta yang lain muncul dan mencoba melerai penganiayaan tersebut. Adik Minta yang bernama Cucum beberapa kali memperingatkan pelaku untuk berhenti. "Sudah ini mau buka puasa, sudah, sudah tidak baik ini," ujar Tita meniru perkataan Cucum saat itu.

Korban lantas berusaha lari ke belakang rumah setelah melihat pelaku berhenti memukulinya. Setelah pelaku pergi, Minta menyadari perbuatannya dan memperlihatkan dua buah labu siam kepada Cucum. Hari sudah malam tak diceritakan apakah labu siam tersebut jadi dimasak atau tidak pada hari itu.

Baca juga: Kasus Warga Tewas Dianiaya karena Curi Dua Labu Siam, Ketua DPC PDI Perjuangan Cianjur Takziah

Baca juga: Takziah ke Korban Tewas Diduga Gara-gara 2 Labu Siam, Wakil Ketua DPRD Cianjur Soroti Kemiskinan

Menutupi Luka di Wajah dan Kepala dengan Kupluk

KEESOKAN harinya, Minggu (1/3/2026) Minta mendatangi rumah Tita untuk meminta beras. Korban yang masih penuh luka lebam di sekujur tubuhnya tersebut terlihat sudah lemah namun berusaha menyembunyikan luka dari Tita.

"Ia datang ke rumah dan meminta beras untuk memasak. Memang selama ini kakak saya tersebut yang merawat ibu yang sudah sepuh sehari-hari. Ia bekerja serabutan namun sangat diandalkan karena semua anak ibu pada jauh-jauh jadi kakak saya yang merawat ibu," ujar Tita.

Tita yang melihat kondisi tubuh Minta sedikit lemas tak menyangka jika ia telah dipukuli pelaku. Tita hanya menyangka kakanya tersebut sakit. Lantas ia menyuruh kakanya tersebut untuk istirahat dan minum obat.

"Saat itu saya memberinya nasi dan lauk yang sudah matang, saya bilang kasihan juga kalau harus masak dengan kondisi sakit," ujar Tita.

Tita mengatakan, saat itu kakaknya pamit pulang dan sekali lagi ia tak menyangka jika wajahnya penuh luka lebam karena tertutup kupluk. Tita melihat kondisi tubuh kakaknya sudah terlihat sangat lemas. Ia menyuruhnya untuk segera pulang dan beristirahat.

"Tak lama setelah kakak saya pulang tiba-tiba ada yang datang ke rumah mengabarkan bahwa ada seseorang yang pingsan di jalan. Saya bergegas dan melihat ternyata yang pingsan itu kakak saya," katanya.

Lalu Tita pun mengantar kakaknya pulang ke rumah ibunya. Ia memutuskan untuk menginap di rumah ibunya karena kondisi Minta yang sudah sangat lemas. Tita belum menyangka jika kakaknya tersebut habis dihajar oleh pelaku karena mencuri labu siam.

Baca juga: Kanwil HAM Jabar Ikut Kawal Penegakan Hukum Warga Cianjur yang Tewas karena Curi Dua Labu Siam

Keluarga Korban Sempat Menunggu Itikad Baik Pelaku

Minggu (1/3/2026) malam, Tita melihat kondisi Minta makin memburuk. Ia melihat tubuh kakaknya tersebut seperti sudah sangat lemas tak bergerak. Namun dalam kondisi tidur pun ia tetap menutupi bagian benjol benjol di wajahnya.

Dalam percakapan dengan suaminya, Tita hanya menyangka jika Minta saat itu sedang sakit. 

Baru keesokan harinya, Senin (2/3/2026), Tita mendapati keterangan dari Cucum yang saat itu ada di TKP bahwa Minta habis dihajar hingga banyak mendapat luka lebam di sekujur tubuhnya.

Tita yang mendapat keterangan tersebut langsung melapor ke RT dan RW setempat. Sejak pagi RT dan RW menyarankan agar menghubungi pelaku untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya.

"Saya sempat telepon pelaku, kami meminta baik-baik kekeluargaan dan meminta pelaku bertanggung jawab," kata Tita.

Namun balasan dari pelaku sempat tak mengabaikan ajakan untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan pertanggungjawaban. Menjelang siang baru ada jawaban dari pelaku yang mengiyakan namun tak pernah datang ke rumah korban.

Tita yang tak berhasil mendatangkan pelaku saat itu pulang dulu ke rumahnya untuk mengganti dan membawa bekal baju.

"Siang hari baru saja sampai rumah, saya mendapat kabar kakak saya meninggal, lalu saya kembali ke rumah ibu," kata Tita.

Atas rembuk keluarga akhirnya Tita melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Polisi pun akhirnya menangkap pelaku.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.