Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menegaskan kabar yang menyebut vaksin campak measles rubella (MR) mengandung mikrocip dan senjata pemusnah massal merupakan hoaks alias tidak benar.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia mengimbau agar tidak mudah percaya pada disinformasi, termasuk klaim bahwa vaksin mengandung mikrocip yang berbahaya bagi manusia.
"Informasi bahwa vaksin mengandung mikrocip atau senjata pemusnah massal adalah hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Lucia saat konferensi pers secara daring, Jumat (6/3/2026).
Lucia mengakui saat ini banyak muncul informasi yang tidak benar terkait vaksin MR di tengah munculnya peningkatan penyebaran campak.
"Vaksin itu hanya berisi komponen biologis atau sintetis yang berfungsi untuk merangsang sistem imun agar tubuh dapat mengenali dan melawan penyakit," imbuh dia.
Ia mengatakan, kandungan vaksin MR juga telah dievaluasi ketat oleh badan regulatori atau di Indonesia adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kandungan dievaluasi ketat oleh badan regulator, kalau di Indonesia itu ada BPOM, dan juga lembaga kesehatan dunia atau WHO. Vaksin ini telah melalui uji keamanan serta efektivitasnya," tegas dia.
"Kami memastikan bahwa vaksin MR yang digunakan memiliki keamanan, mutu dan khasiat yang terjamin," tuturnya.







