TRIBUNMANADO.CO.ID - Maraknya penipuan berkedok investasi emas membuat masyarakat perlu semakin waspada.
Pasalnya, emas palsu kini dibuat dengan teknologi canggih sehingga tampilannya nyaris sama dengan emas asli, mulai dari warna, berat, hingga cap logam mulia, sehingga banyak pembeli mudah tertipu jika tidak jeli mengenalinya.
Emas tiruan kini dibuat dengan teknologi canggih sehingga tampilannya sangat menyerupai emas asli berwarna kuning mengkilap, memiliki berat hampir sama, bahkan dilengkapi cap atau ukiran layaknya logam mulia sungguhan.
Baca juga: Telat Lapor SPT Tahunan 2026? Siap-siap Kena Denda, Ini Besaran dan Batas Waktunya
Kondisi ini membuat banyak pembeli mudah tertipu, terutama mereka yang membeli dari penjual tidak resmi atau tanpa sertifikat keaslian.
Karena itu, memahami perbedaan antara emas asli dan palsu menjadi hal yang sangat penting, bukan hanya untuk menghindari kerugian finansial, tetapi juga agar masyarakat lebih bijak dalam berinvestasi.
Apalagi di era sekarang, ketika proses pemalsuan semakin halus dan sulit dikenali dengan mata telanjang, kemampuan membedakan emas asli dari yang palsu menjadi keterampilan yang wajib dimiliki setiap calon investor.
Lantas, bagaimana cara membedakan emas asli dari yang palsu agar tidak mudah tertipu?
Peneliti ahli madya dari Pusat Riset Teknologi Penerbangan (PRTP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fathan Bahfie, menyebut ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan atau digunakan untuk membedakan emas asli dari logam tiruan atau imitasi.
1. Perhatikan berat logam
Emas asli memiliki bobot yang terasa berat meski ukurannya kecil.
“Secara fisik, emas asli pasti tidak ringan. Walaupun hanya 5 gram tetap terasa berat,” ujar Fathan.
Sebaliknya, emas palsu biasanya terasa ringan atau tidak sesuai dengan berat yang tertera.
2. Cek angka atau kode pada emas
Perhiasan emas biasanya memiliki kode kadar emas seperti 10K, 18K, 22K, atau 24K, dan kadang disertai kode toko.
Kode ini menjadi penanda bahwa emas tersebut memiliki sertifikasi keaslian.
"Ada kode terpercaya (kadar emas) dari tokonya yang menyatakan bahwa itu emas asli," kata Fathan.
3. Uji dengan magnet
Emas asli tidak bersifat magnetis, sehingga tidak akan tertarik saat didekatkan dengan magnet.
Menurutnya, pemanfataan magnet untuk menguji emas asli dan palsu terbilang umum dilakukan.
“Kalau tertarik magnet, artinya ada campuran logam lain seperti besi atau nikel,” jelas Fathan.
4. Goresan pada keramik
Emas asli tidak akan meninggalkan goresan saat digesekkan ke permukaan keramik.
Namun, metode ini tidak disarankan karena bisa merusak fisik emas batangan.
"Tes goresan juga bisa, tapi berisiko merusak emas," kata dia.
5. Perhatikan warna dan kilau
Emas asli 24 karat cenderung memiliki warna kuning gelap, bukan terlalu terang.
“Kalau warnanya terlalu mencolok, biasanya kadar rendah atau imitasi,” kata Fathan.
Cara bedakan emas asli dan palsu lainnya
Sebagaimana dilansir situs resmi Pegadaian, meneteskan asam nitrat pada permukaan emas juga bisa menjadi cara yang bisa dilakukan untuk memastikan emas tersebut asli atau palsu.
Disebutkan bahwa emas asli tidak akan bereaksi terhadap tetesan asam nitrat.
Sedangkan emas palsu akan memunculkan reaksi warna sebagai berikut:
Menurut Pegadaian, menggigit emas juga bisa jadi cara sederhana untuk membedakan emas asli atau palsu.
Diterangkan bahwa emas asli lebih lunak, sehingga jika digigit akan meninggalkan bekas gigitan.
Sebaliknya, emas palsu cenderung tidak akan berubah bentuk.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini