TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Satu orang kru kapal Tugboat Mega yang terbalik di galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Batam belum ditemukan.
Kapal tersebut terbalik pada Jumat (6/3/2026) malam. Korban bernama Yusuf Tankin.
Tugboat atau kapal tunda adalah kapal yang digunakan melakukan manuver/pergerakan, utamanya menarik atau mendorong kapal lainnya di pelabuhan.
Tugboat nahas tersebut diawaki lima orang. Tiga orang meninggal dunia, satu selamat sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Komandan Pos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan saat ini posisi tugboat sudah berada di area pelabuhan PT ASL dan tengah dipersiapkan untuk diangkat dari laut.
“Untuk upaya pencarian korban, sesuai kesepakatan bersama manajemen PT ASL, akan dilakukan setelah kapal diangkat ke darat,” ujar Dedius, Sabtu (7/3/2026).
Ia mengatakan, berdasarkan keterangan dari pihak perusahaan, korban yang belum ditemukan masih berada di ruang mesin kapal. Namun kondisi di dalam kapal saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan penyelaman.
“Yang melakukan penyelaman sebelumnya adalah tim dari PT ASL. Berdasarkan keterangan tim penyelam PT ASL, korban masih berada di dalam kapal. Kondisi di bagian bawah sudah penuh dengan oli sehingga sangat berisiko jika dilakukan penyelaman lagi,” kata Dedius.
Dedius mengatakan, sesuai kesepakatan, tim SAR akan menunggu proses pengangkatan kapal sebelum melanjutkan pencarian.
“Sekarang proses pengangkatan masih berjalan. Kami menunggu kapal diangkat ke darat agar proses evakuasi korban bisa dilakukan,” katanya.
Baca juga: Tugboat Terbalik Saat Pandu Kapal Tanker Bersandar di Batam: 3 Orang Tewas
Dedius juga menyampaikan apabila korban memang masih berada di dalam kapal, kemungkinan besar sudah meninggal dunia karena kondisi tug boat yang telah tenggelam.
Sementara terkait lamanya proses pengangkatan kapal, Dedius mengaku tidak dapat memberikan penjelasan lebih jauh.
“Untuk teknis pengangkatan, itu sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan dan pihak yang melakukan proses tersebut,” ujarnya.
Mengenai kronologi kejadian, Dedius mengatakan pihaknya juga belum mendapatkan informasi detail.
Pasalnya berdasarkan keterangan sementara dari perusahaan, saat kejadian Tug Boat Mega berada di posisi belakang kapal kargo Kyparissia dan bertugas mendorong kapal masuk ke area docking.
“Pihak perusahaan juga belum mengetahui secara pasti bagaimana tug boat itu bisa sampai terbalik,” kata Dedius.
Keluarga Berharap Korban Selamat
Roy, keluarga Yusuf Tankin, yang sedang berada di Batam masih menunggu kabar terkait kondisi pamannya.
Roy yang merupakan ponakan Yusuf Tankin ingin melihat langsung proses pencarian yang dilakukan tim SAR, namun tidak mendapat akses untuk masuk ke kawasan perusahaan shipyard itu.
Roy yang masih menunggu di pintu masuk PT ASL Shipyard Indonesia Tanjunguncang mengatakan dirinya datang untuk melihat proses pencarian.
Namun hanya sampai di pintu masuk perusahaan, ia tidak diperbolehkan masuk oleh sekuriti perusahaan.
"Tadi malam juga saya sudah ke perusahaan, kata pihak perusahaan agar menunggu di Rumah Sakit Aini, karena semua korban akan dibawa ke rumah sakit."
Baca juga: Nakhoda Tugboat yang Hilang Pasca Kecelakaan di Perairan Sungai Musi Ditemukan Kedalaman 50 Meter
"Tapi sampai seluruh jenazah dibawah keluarganya pulang, Om saya tidak ada," kata Roy, Sabtu (7/3/2026).
Roy mengatakan Yusuf merupakan adek dari mamaknya.
"Jadi saya ini keponakan korban, kebetulan sedang berada di Batam," kata Roy.
Roy mengatakan Omnya selama ini tinggal di mes dan kadang di Kapal.
"Kalau di Batam ini tidak ada tempat tinggal, seluruh keluarga berada di Samarinda," kata Roy.
Roy juga mengatakan jika jenazah Om nya sudah ditemukan, akan langsung dibawa ke Samarinda.
"Saya juga di Batam ini tinggal di mes, kebetulan kapal saya lagi berlayar. Sementara saya tinggal di Kalimantan," kata Roy.
Roy juga berharap keluarganya bisa ditemukan agar bisa di bawa ke kampung halaman.
"Keluarga semuanya sudah berkumpul di Samarinda," kata Roy.
Keterangan Polisi
Berdasarkan laporan awal saksi, Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki menjelaskan kronologi singkat kejadian.
Hal itu berawal pada pukul 14.30 WIB kapal Kargo berukuran besat dengan lumbung Kyparissia berbendera Malta bersiap sandar.
Seperti prosedur biasa, kapal tanker tersebut dibantu tugboat Mega untuk proses pemanduan dan pengendalian manuver kapal besar tersebut menuju dermaga.
Saat itu, kondisi cuaca di perairan dilaporkan sedang hujan disertai angin kencang pukul 15.00 WIB, dan tugboat tiba-tiba terbalik
Belum diketahui secara pasti penyebab kapal itu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling.
dan
Insiden Tugboat Terbalik, Keluarga Yusuf Tankin Berharap Korban Cepat Ditemukan