Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan peluang kerja di Jakarta masih terbuka bagi masyarakat, termasuk para pendatang meskipun kondisi ekonomi global belum pasti.

"Jadi ruang untuk bekerja di Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja. Tetapi, memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana perlu realistis," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai membuka acara Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu.

Dalam konteks ini, Pramono menegaskan peluang kerja di Jakarta masih terbuka bagi masyarakat, termasuk bagi para pendatang yang datang ke ibu kota setelah perayaan Idul Fitri.

Menurut dia, Jakarta sejak dulu menjadi kota terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari penghidupan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan membatasi kedatangan pendatang melalui operasi yustisi maupun penyaringan khusus.

"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga, saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan operasi yustisi ataupun screening untuk itu," ucap Pramono.

Selain itu, kesempatan untuk bekerja di Jakarta masih tersedia. Namun, dia meminta masyarakat untuk tetap realistis melihat kondisi ekonomi yang saat ini dipengaruhi berbagai dinamika global.

Pramono menilai situasi dunia yang tengah diliputi konflik geopolitik turut memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi, termasuk potensi menyempitnya lapangan pekerjaan di berbagai negara.

Dia mencontohkan konflik yang terjadi di beberapa wilayah seperti perang Rusia dan Ukraina serta ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Menurutnya, situasi global tersebut membuat semua pihak perlu bersikap hati-hati dalam melihat peluang ekonomi dan ketenagakerjaan.

"Dalam kondisi dunia seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian," ujarnya.

Kendati demikian, Pramono memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Stok bahan pangan utama di Jakarta saat ini berada dalam kondisi aman dan bahkan lebih dari cukup.

"Maka untuk itu dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri, Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama hal yang berkaitan dengan kebutuhan utama di bulan Ramadhan dan Idul Fitri, seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan sebagainya," jelas Pramono.

Dengan ketersediaan tersebut, dia berharap tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan selama periode Ramadhan dan Lebaran mendatang.

Selain menjaga ketersediaan pangan, Pemprov DKI Jakarta juga terus berupaya menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar peluang kerja tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin mencari nafkah di ibu kota.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis Keadaan Ketenagakerjaan di DKI Jakarta dengan jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2025 sebanyak 5,47 juta orang naik 41,62 ribu orang dibanding Februari 2024.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,23 persen poin dibanding Februari 2024.

Penduduk yang bekerja pada Februari 2025 sebanyak 5,14 juta orang, naik sebanyak 30,82 ribu orang dari Februari 2024. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Aktivitas Jasa Lainnya sebesar 4,42 ribu orang.

Pada Februari 2025 sebanyak 3,19 juta orang (62,05 persen) bekerja pada kegiatan formal, turun sebesar 1,89 persen poin dibanding Februari 2024.

Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 sebesar 6,18 persen, naik sebesar 0,15 persen poin dibanding pada Februari 2024.