Rute Perdana AirAsia Mendarat di Palu, Buka Akses Baru Transportasi Udara Sulteng
Regina Goldie March 07, 2026 02:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Maskapai berbiaya hemat Indonesia AirAsia resmi mengoperasikan penerbangan perdana yang terhubung ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/3/2026).

Kehadiran rute baru ini membuka akses transportasi udara yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah dengan Pulau Jawa dan sejumlah kota di Sulawesi.

Penerbangan tersebut merupakan bagian dari pembukaan rute Surabaya–Makassar yang terintegrasi dengan jaringan penerbangan menuju Palu, Kendari, dan Luwuk.

Baca juga: AirAsia Terbang Tujuan Luwuk, Pariwisata Diharapkan Meningkat

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman mengatakan, pembukaan rute ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas konektivitas nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, Makassar diperkuat perannya sebagai virtual hub yang memudahkan masyarakat menjangkau berbagai kota di Sulawesi dalam satu rangkaian perjalanan.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meresmikan operasional rute baru penerbangan Indonesia AirAsia di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Sabtu (7/3/2026).
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meresmikan operasional rute baru penerbangan Indonesia AirAsia di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Sabtu (7/3/2026). (TribunPalu.com/Zulfadli)

“Kami berharap kehadiran layanan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses pariwisata, serta membuka lebih banyak peluang bagi mobilitas masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konektivitas tersebut juga telah terintegrasi dengan jaringan AirAsia Group.

Dengan demikian, penumpang dari Palu, Luwuk maupun Kendari dapat terhubung melalui Makassar dan melanjutkan perjalanan internasional menuju Kuala Lumpur dengan layanan fly-thru.

Skema tersebut memungkinkan penumpang melakukan perjalanan dalam satu tiket penerbangan tanpa perlu mengambil bagasi di kota transit.

“Dengan skema ini, masyarakat dari berbagai kota di Sulawesi memiliki akses yang lebih luas menuju destinasi internasional dalam satu rangkaian penerbangan,” katanya.

Baca juga: AirAsia Buka Rute Baru di Palu, Gubernur Anwar Hafid: Perkuat Konektivitas Sulteng

Ia menambahkan, integrasi jaringan penerbangan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi, sekaligus memperkuat pergerakan wisatawan nusantara melalui pilihan perjalanan yang lebih terhubung dan efisien.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke berbagai wilayah di Pulau Sulawesi menunjukkan angka yang cukup signifikan.

Di Sulawesi Selatan tercatat lebih dari 42,5 juta perjalanan wisatawan nusantara. Sementara di Sulawesi Tengah mencapai sekitar 11,6 juta perjalanan, dan di Sulawesi Tenggara sekitar 13,3 juta perjalanan sepanjang periode yang sama.

Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas wisatawan nusantara ke kawasan Sulawesi serta menunjukkan potensi besar sektor ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.

Kehadiran Indonesia AirAsia di Palu juga memiliki makna lebih dari sekadar peningkatan konektivitas transportasi udara.

Pasca bencana 2018, melalui kampanye #ToIndonesiaWithLove, AirAsia bersama AirAsia Foundation berkolaborasi dengan Yayasan Arkom Indonesia dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis komunitas di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah di Kota Palu Sabtu 7 Maret 2026, 17 Ramadhan 1447 H, Buka Puasa Jam Berapa?

Dari kampanye tersebut serta donasi AirAsia, total dana yang disalurkan mencapai Rp13 miliar untuk mendukung upaya rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

Program tersebut mencakup pembangunan hunian tahan gempa, penyusunan perencanaan desa pesisir, serta penguatan pusat komunitas sebagai bagian dari pemulihan sosial masyarakat.

Pembelajaran dari program tersebut juga didokumentasikan dalam buku dokumenter berjudul “Pilah, Pilih, Pulih” yang diluncurkan Yayasan Arkom Indonesia pada 6 Maret 2026.

Dengan hadirnya rute baru ini, diharapkan mobilitas masyarakat antar pulau dapat berlangsung lebih lancar dan terjangkau, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di berbagai daerah di Sulawesi. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.