Kronologi Penyerangan Pemilik Ternak oleh Komplotan Pencuri di Desa Wakan Lombok Timur
Idham Khalid March 07, 2026 03:19 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Aksi pencurian hewan ternak yang melibatkan komplotan besar terjadi di Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (6/3/2026) dini hari. 

Dua orang pemilik kerbau harus dilarikan ke puskesmas setelah berduel melawan sembilan orang pencuri tepat sebelum waktu sahur.

Kapolsek Jerowaru, Iptu Abdul Hadi, menjelaskan peristiwa ini bermula saat sembilan orang pelaku menyusup ke area kandang milik korban. Para pelaku sempat berhasil membobol kandang dan menggiring dua ekor kerbau keluar.

Namun, aksi tersebut dipergoki oleh pemilik ternak yang kemudian berusaha menghadang pelarian komplotan tersebut. Duel fisik tidak terelakkan di area sekitar kandang.

“Korban ini tidak tinggal diam. Mereka berusaha mempertahankan hartanya meskipun harus beradu fisik dengan komplotan pencuri,” ujar Abdul Hadi, Jumat (6/3/2026).

Dalam duel yang tidak seimbang itu, para pelaku menyerang korban menggunakan senjata tumpul berupa bambu. Akibatnya, dua pemilik ternak mengalami luka robek di bagian kepala.

“Keduanya mengalami luka di bagian kepala akibat dihajar dengan bambu oleh para pelaku,” kata Abdul Hadi.

Suara keributan dan teriakan korban akhirnya memicu respons warga sekitar yang terjaga untuk persiapan sahur. Menyadari kehadiran warga yang mulai berdatangan melakukan pengejaran, nyali komplotan pencuri tersebut menciut.

Demi menyelamatkan diri dari kepungan massa, para pelaku terpaksa melepaskan dua ekor kerbau yang hendak dicuri dan melarikan diri ke arah kegelapan.

“Melihat banyak warga mengejar, pelaku melepaskan kedua kerbau tersebut dan langsung melarikan diri,” jelasnya.

Baca juga: Pencuri Bobol Rumah Warga Lenek saat Ditinggal Tarawih, Kerugian Capai Rp15 Juta

Pasca-kejadian, kedua korban segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat ini kedua korban tengah menjalani perawatan di Puskesmas Jerowaru,” terangnya.

Pihak Polsek Jerowaru kini tengah mendalami keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian guna mengungkap identitas sembilan pelaku yang melarikan diri.

“Sementara untuk para pelaku masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Abdul Hadi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.