Menteri Bahlil Sebut Stok BBM Hanya 21 Hari, Pertamina: Pasokan Aman dan Tak Perlu Khawatir
Pipit Maulidya March 07, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id - Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memicu berbagai macam reaksi publik.

Bahlil menyebut stok BBM di negeri cuma cukup selama 21 hari imbas perang Iran vs Israel.

Pernyataan tersebut sempat membuat sejumlah masyarakat panik dan khawatir akan kelangkaan bahan bakar.

Terkait hal itu, DPR RI berencana memanggil Bahlil untuk menjelaskan pernyataannya itu.

Rencananya, pemanggilan tersebut akan dilakukan usai masa reses DPR berakhir.

Respon DPR RI

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri, memberikan keterangan terkait langkah yang akan diambil oleh parlemen.

Putri memastikan bahwa masalah ketahanan energi ini akan menjadi prioritas begitu anggota dewan kembali dari daerah pemilihan.

"Kebetulan memang sekarang kan masa reses, sehingga para anggota masih di dapil (daerah pemilihan) masing-masing. Tapi nanti setelah dimulai masa persidangan, pasti akan segera diagendakan untuk membahas masalah ketahanan BBM ini," kata Putri kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

Putri mengaku telah mendapat isu mengenai stok BBM nasional akan habis dalam 21 hingga 25 hari.

Oleh karena itu, menurutnya pemerintah sedang menyiapkan upaya memperkuat ketahanan energi, satu di antara caranya dengan memperbesar kapasitas penyimpanan BBM.

"Pak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa arahan langsung dari Bapak Presiden itu storage (penyimpanan) kita nanti akan diperbesar. Memang sekarang storage kita itu hanya cukup untuk 21 sampai dengan 25 hari," ujar Putri.

Lebih lanjut Putri menuturkan, lokasi penyimpanan BBM yang lebih besar rencananya akan dibangun di Pulau Sumatera.

"Jadi ke depannya akan dibangun storage yang lebih besar, kemungkinan di Provinsi Sumatera sedang dijajaki dulu," ucapnya.

"Saya rasa ini momentum yang tepat, memang ketahanan energi dan swasembada energi itu menjadi sesuatu yang sangat penting agar kita bisa memiliki kecukupan energi di Indonesia," tandasnya.

Baca juga: Harga BBM Naik Sejak Awal Maret 2026 Imbas Perang AS-Israel Vs Iran? Purbaya dan Bahlil Buka Suara

Pertamina Patra Niaga: Stok BBM Aman

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Terkait isu stok BBM tersisa sekitar 21 hari yang ramai diperbincangkan, Pertamina menegaskan bahwa itu merupakan stok atau pasokan operasional yang secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, memastikan pasokan tersebut sudah memenuhi kapasitas penimbunan nasional.

"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).

Meskipun angka 21 hari terdengar singkat bagi awam, Roberth menjelaskan bahwa jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.

Penambahan produk dilakukan baik dari kilang domestik maupun impor.

"Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar dia.

Dengan jaminan dari pihak Pertamina ini, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir soal ketersediaan BBM nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang sedang memanas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.