TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sinar matahari bersinar terik, Sabtu 7 Maret 2026, pukul 12.30, menyinari ribuan kepala yang berada di depan Puri Agung Gianyar, Bali, mengiringi prosesi plebon (kremasi) Ida Bhagawan Blebar Gianyar atau Anak Agung Gde Agung Bharata.
Suasana plebon berjalan magis, dengan berbagai iring-iringan kesenian Bali yang dibawakan warga Gianyar.
Selain masyarakat adat, sejumlah tokoh politik pun hadir. Salah satu tamu kehormatan yang hadir ialah Prananda Prabowo yang merupakan anak dari Presiden Indonesia ke 5, Megawati Soekarnoputri.
Prananda hadir didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.
Baca juga: Mendiang Ida Bhagawan Blebar Gianyar Bali Terima Santunan Kematian Dari Pemkab Gianyar
Terdapat juga Bupati se-Bali, yakni selain Bupati Gianyar I Made Mahayastra, tampak juga Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakilnya I Wayan Diar, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakilnya Bagus Alit Sucipta, Bupati Jembrana dan Wakilnya, Bupati Klungkung dan Wakilnya, serta Tabanan hanya dihadiri Wakil Bupatinya.
Selain itu, plebon ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD se-Bali, mulai dari Gianyar, Bangli, Jembrana, Karangasem dan sebagainya.
Selain tokoh politik, tampak hadir juga pengusaha sukses Bali, salah satunya pemilik Restoran Bebek Tepi Sawah, Jro Dukuh Nyoman Sumerta.
Plebon ini menggunakan petulangan lembu putih, Nagabanda dan Padmasari. Diarak oleh Krama adat seputaran Puri Agung Gianyar.
Tiga petulangan ini digotong dari depan Puri hingga ke Setra Adat Beng dengan jarak sekitar 1 kilometer.
Perjalanan petulangan menuju setra atau kuburan sempat tersendat akibat Nagabanda yang mengalami perubahan berat. Yakni beratnya bertambah berkali-kali lipat dibandingkan sebelum diupacarai.
Pengarakan Nagabanda ini pun akhirnya sampai di setra setelah mendapat tenaga tambahan.
"Pengarak lembu yang sudah sampai di kuburan, diminta untuk membantu pengarak Nagabanda, akhirnya Nagabanda bisa sampai di kuburan," ujar warga di lapangan.
Dalam momen Rajadewata menuju kuburan, para tokoh politik tersebut duduk di atas bale bengong di luar puri, mereka memberikan semangat untuk krama yang tengah mengatakan petulangan.
Tak hanya politikus, para pejabat dan pensiunan Pemkab Gianyar juga hadir, membantu dan memberikan penghormatan pada almarhum.
Bahkan ketika momen Rajadewata (jenazah) Ida Bhagawan Blebar Gianyar hendak dinaikkan ke atas Padmasari, Anggota Satpol PP Gianyar berbaris rapi dan memberi hormat.
Begitu juga ketika Rajadewata akan dikremasi di atas lembu putih, dilakukan oleh pejabat dan pensiunan pejabat Pemkab Gianyar.
Rasa hormat para pejabat ini, tak terlepas dari selama masa hidupnya, Ida Bhagawan pernah menjabat Bupati Gianyar dua periode yang berlaku adil pada setiap PNS kala itu.
Adik Ida Bhagawan, Anak Agung Gde Mayun mengucap terima kasih pada semua pihak yang telah menyukseskan jalannya prosesi Plebon Ida Bhagawan Blebar Gianyar.
"Saya bersyukur dan haru atas segenap bantuan masyarakat, teman, dan semua yang hadir untuk menyukseskan prosesi ini," ujarnya. (*)