Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bocah SD berinisial S (10) yang meninggal tenggelam di sungai wilayah Rajabasa, Bandar Lampung ternyata baru pulang sekolah.
Ketika jasadnya ditemukan di hilir sungai, bocah SD ini masih berpakaian seragam pramuka, Sabtu (7/3/2026) pukul 08.15 WIB.
Bocah SD ini dilaporkan hanyut pada Jumat (6/3/2026) setelah terpeleset dan jatuh ke sungai yang saat itu arusnya deras karena banjir.
Peristiwa ini terjadi saat korban bersama seorang temannya hendak pergi ke warung yang berada di seberang sungai. Saat itu keduanya masih mengenakan seragam pramuka karena baru pulang sekolah.
Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Krisna Laksamana mengatakan, korban dan temannya mencoba melintasi aliran sungai yang arusnya cukup deras.
Baca juga: BMKG Ungkap di Balik Hujan Ekstrem yang Picu Banjir di Lampung, 3 Nyawa Melayang
"Korban bersama satu temannya menyeberangi sungai untuk pergi ke warung di seberang. Saat berada di tengah sungai, keduanya terpeleset karena batu yang licin," kata Krisna dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Akibatnya, korban dan temannya langsung terbawa arus sungai yang cukup deras.
Peristiwa tersebut sempat dilihat oleh salah satu warga yang kemudian berteriak meminta pertolongan dan memanggil warga lainnya.
Sejumlah warga kemudian berusaha memberikan pertolongan. Namun, hanya teman korban yang berhasil diselamatkan, sementara Satria terseret arus sungai.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Damkar, BPBD, serta aparatur desa kemudian melakukan pencarian terhadap korban.
Setelah dilakukan pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai atau irigasi yang mengarah ke belakang Kampus Politeknik Negeri Lampung (Polinela).
"Korban ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah terbawa arus sungai," ujar Krisna.
Selanjutnya, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kampung Tua, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Diketahui, korban merupakan anak dari Sayuda, warga Kampung Tua, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )