TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bank Indonesia Kediri menyiapkan uang tunai sebesar Rp 5,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang pecahan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Penyediaan dana dalam jumlah besar ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh berbagai pecahan uang dengan mudah menjelang Lebaran.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,9 triliun.
Kenaikan alokasi ini menyesuaikan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang tunai, khususnya untuk tradisi penukaran uang baru saat hari raya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai pecahan uang agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
"Tahun ini kita siapkan sekitar Rp5,3 triliun untuk memastikan kecukupan jumlah uang tunai, baik dari sisi nominal maupun ketersediaan pecahannya," kata Yayat ditemui saat acara Serambi 2026 Bazar Pangan Murah, Sabtu (7/3/2026).
Selain memastikan kecukupan uang tunai, BI Kediri juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi selama Ramadan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri menggelar Bazar Pangan Ramadan.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang Idul Fitri.
Baca juga: Cegah Aksi Borong dan Kepanikan, Pemkot Kediri Rutin Gelar Operasi Pasar Murni
Bank Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan strategi 4K melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Strategi tersebut meliputi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif untuk menjaga stabilitas harga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional.
Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan bazar pangan digelar sebagai upaya menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
"Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Biasanya menjelang Idul Fitri harga cenderung naik karena permintaan meningkat," jelas Vinanda.
Dalam bazar tersebut, masyarakat dapat membeli paket sembako dengan harga lebih murah.
Paket tersebut berisi beras premium 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter dengan harga Rp90 ribu.
"Kami berharap masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan kenaikan harga kebutuhan pokok," imbuhnya.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik