Kronologi Kapal Induk Drone Iran Seukuran Kapal Era Perang Dunia II Terbakar Usai Diserang Rudal AS
Eri Ariyanto March 07, 2026 04:05 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pada awal Maret 2026, ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran mencapai puncaknya dengan serangan udara besar‑besaran.

Militer Amerika Serikat (AS) mengeklaim telah menyerang dan membakar kapal induk drone milik Iran, seukuran kapal perang Perang Dunia II, yang menjadi simbol kekuatan angkatan laut Iran.

Kapal ini memiliki landasan pacu panjang dan mampu mengoperasikan berbagai drone tempur dan intelijen secara simultan.

Serangan dilancarkan menggunakan rudal presisi yang ditembakkan dari kapal perang dan pesawat tempur AS.

Hantaman rudal disebut menyebabkan kapal terbakar hebat di tengah perairan, mengeluarkan kolom asap tebal yang terlihat dari jarak jauh.

Kebakaran mengakibatkan kerusakan struktural signifikan, melumpuhkan kemampuan operasional kapal secara total.

Insiden ini menandai salah satu pukulan terbesar terhadap armada laut Iran dalam beberapa dekade terakhir.

Peristiwa tersebut meningkatkan ketegangan regional, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik militer yang lebih luas.

Baca juga: Donald Trump Tolak Keras Mojtaba Putra Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran: Tidak Dapat Diterima

Militer Amerika Serikat (AS) mengeklaim telah menyerang dan membakar kapal induk drone milik Iran dalam sebuah operasi udara, Kamis (5/3/2026). 

Klaim tersebut disampaikan oleh Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) dan video serangan diunggah di platform media sosial X.

Komandan Centcom Laksamana Brad Cooper menjelaskan dalam konferensi pers bahwa kapal tersebut memiliki ukuran yang setara dengan kapal induk era Perang Dunia II.

"Saat kita berbicara, kapal tersebut sedang terbakar," ujar Cooper merujuk pada kondisi kapal setelah diserang, sebagaimana dilansir The Hill.

Berdasarkan keterangan Centcom, kapal induk drone Iran yang menjadi sasaran adalah IRIS Shahid Bagheri. 

Kapal tersebut merupakan salah satu target dari rentetan serangan udara yang dilancarkan AS sejak Washington melancarkan serangan pada Sabtu (28/2/2026).

Di sisi lain, belum ada tanggapan dari Iran mengenai serangan terhadap kapal induk drone tersebut.

Intensitas serangan meningkat

Cooper mengeklaim bahwa intensitas serangan militer AS terhadap Angkatan Laut Iran kini semakin meningkat. 

Hingga saat ini, menurut Cooper, lebih dari 30 kapal perang Iran telah tenggelam atau hancur. Tak hanya di laut, serangan udara juga menyasar wilayah daratan. 

Pesawat pengebom AS dilaporkan telah menghantam hampir 200 target di dalam wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, hanya dalam satu jam terakhir.

Dampaknya, kemampuan ofensif Iran dilaporkan mengalami penurunan signifikan. 

Cooper menyebutkan serangan rudal balistik Iran berkurang hingga 90 persen, sementara serangan drone menurun 83 persen sejak awal konflik.

"Meski demikian, kami tetap waspada," tegas Cooper di hadapan wartawan.

IRAN VS AS - Kapal induk drone milik Iran, IRIS Shahid Bagheri. Militer Amerika Serikat (AS) mengeklaim telah menyerang dan membakar kapal induk drone milik Iran dalam sebuah operasi udara, Kamis (5/3/2026). (Dok./(ANGKATAN LAUT IRAN via WIKIMEDIA COMMONS))

Menghancurkan basis industri

Operasi militer AS kali ini juga melibatkan pesawat pengebom siluman B-2 yang menjatuhkan puluhan bom seberat 2.000 pon. 

Targetnya adalah peluncur rudal balistik yang berada di bawah tanah. Selain itu, AS juga menyerang fasilitas yang setara dengan Komando Antariksa di Teheran. 

Menurut Cooper, langkah ini dilakukan untuk mendegradasi kemampuan Iran dalam mengancam kepentingan AS.

Cooper menambahkan bahwa Presiden Trump telah memberikan mandat tambahan kepada militer untuk menghancurkan basis industri rudal balistik Iran.

"Jadi kami tidak hanya menyerang apa yang mereka miliki, kami menghancurkan kemampuan mereka untuk membangun kembali. Ini akan memakan waktu, tetapi pasukan kami memiliki pasokan yang sangat cukup," jelas Cooper.

(TribunNewsmaker.com/Kompas,com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.