Penguatan Kompetensi Bahasa Santri AQSA Arabic dan English Camp KKN Internasional UNIDA Gontor
iksan fauzi March 07, 2026 05:35 PM

Oleh : Irham Afianto /HES/Semester 6/Mahasiswa UNIDA Gontor

SURYAMALANG.COM - Internasional Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) menyelenggarakan Arabic dan English Camp bagi para santri Pondok Akademi Al Quran Assyamil (AQSA) di Penang, Malaysia. 

Kegiatan tersebut dalam rangka kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa UNIDA Gontor yang diselenggarakan pada 24 Februari hingga 4 Maret 2026.

Tampak para santri Pondok AQSA mengikuti Arabic dan English Camp dengan antusias.

Sekadar diketahui, program Arabic dan English Camp merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan Inggris, serta memotivasi semangat belajar santri melalui metode kreatif dan interaktif. 

Kegiatan itu dilaksanakan di lingkungan sekolah dan asrama Pondok AQSA dengan melibatkan seluruh santri serta dukungan muallim dan muallimah sebagai fasilitator.

Kegiatan KKN mahasiswa UNIDA Gontor tersebut pun mendapat respons baik dari Mudir atau pengelola Pondok AQSA, Al-Ustadz Amin.

Ia mengungkapkan, para santri mengikuti kegiatan itu dengan antusias, meskipun beberapa materi merupakan pengulangan dari pelajaran sebelumnya.

Namun, kata Al-Ustadz Amin, metode penyampaian mahasiswa yang unik dan kreatif, disertai pengulangan pengucapan, permainan edukatif, dan praktik langsung, membuat peserta mampu mengikuti dengan penuh semangat. 

“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga di kesempatan lain program serupa dapat terus terlaksana bersama mahasiswa UNIDA Gontor,” ujar Al-Ustadz Amin di sela kegiatan pembelajaran.

Ada 28 santri putra dan 10 santri putri dari berbagai mitra pondok tersebar di penang yang dibimbing oleh dua mahasiswa UNIDA Gontor setiap harinya.

Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama tiga jam dalam satu sesi, menghadirkan suasana belajar yang berbeda dan menyenangkan bagi seluruh peserta.

Sementara, seorang mahasiswa UNIDA Gontor yang melakukan KKN internasional di Pondok AQSA, Rafly Mochammad Adam Wibisono mengatakan kegiatan Arabic dan English Camp ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi bahasa.

Di sisi lain, ia dan teman-temannya juga memberikan pengalaman belajar yang kreatif bagi santri Pondok AQSA.

Ia mengatakan, selama ini para santri Pondok AQSA fokus pada tahfidz, sehingga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab dan Inggris secara sistematis dan aplikatif masih terbatas. 

Rafly mengungkakan, program itu membuka peluang bagi santri untuk menguji kemampuan masing-masing, mengetahui sejauh mana penguasaan materi, sekaligus memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam belajar bahasa dan ilmu agama.

"Tujuan utama kegiatan ini agar santri tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan bahasa Arab dan Inggris dalam praktik sehari-hari, meningkatkan kemampuan membaca Al Quran, memahami fiqh dasar, serta mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri," ujar Rafly di sela kegiatan bersama para santri Pondok AQSA.

Sementara bagi pihak pondok, kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi kompetensi santri sekaligus mempromosikan metode pembelajaran yang lebih variatif dan menyenangkan.

Rangkaian kegiatan

Al-Ustadz Amin menguraikan rangkaian kegiatan dibagi menjadi tiga hari Arabic Camp dan tiga hari English Camp, dengan libur pada hari Sabtu dan Ahad. 

Materi bahasa Arab mencakup nahwu wadih, anwa’ul kalimat, jumlah mufidah, fii attaanni wa tahiyyat, dan qiroatu assa’ah fillughoh alarabiyyah, sedangkan materi bahasa Inggris menekankan kosakata praktis, percakapan sederhana, dan penerapan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari di pondok.

Adapun pemateri bahasa Arab adalah Irham Afianto, sedangkan pemateri bahasa Inggris adalah Muhammad Hilman Rakha.

Keduanya dibantu oleh fasilitator dari pihak Pondok AQSA untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, efektif, dan sesuai kebutuhan peserta. Selama setiap sesi, mahasiswa memadukan penjelasan teori, demonstrasi, praktik langsung, serta permainan edukatif yang membuat pelajar lebih mudah memahami materi.

Selain materi bahasa, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi Quranic Camp, berupa tahsin tilawah, di mana santri dilatih membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan tartil yang benar.

Kajian fiqh dasar disampaikan secara kontekstual dan sederhana, mencakup tata cara ibadah sehari-hari seperti wudhu, shalat, adab santri, serta praktik ibadah lainnya.

Kegiatan ini memastikan peserta memperoleh pembelajaran keagamaan yang aplikatif dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari di pondok.

Di sela kegiatan mahasiswa UNIDA Gontor menghadirkan kultum dan tahlil sebelum berbuka, yang memungkinkan santri berlatih berbicara di depan umum sekaligus memperkuat pembinaan spiritual.

Mahasiswa dan peserta bergantian menyampaikan kultum singkat tentang akhlak, ibadah, dan motivasi belajar, sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan serta mempererat hubungan antara pengajar, fasilitator, dan santri.

Dari kegiatan tersebut para santri menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa dan penguasaan materi agama yang signifikan.

Para santri mampu menerapkan ilmu yang dipelajari, baik dalam membaca Al-Qur’an, menggunakan kosakata bahasa Arab dan Inggris, maupun memahami fiqh dasar.

Semangat belajar peserta meningkat, terlihat dari keaktifan mereka mengikuti sesi, bertanya, dan mencoba praktik secara mandiri.

Beberapa santri bahkan langsung menerapkan teknik yang diajarkan mahasiswa di kegiatan harian di pondok, seperti membaca doa, berkomunikasi dengan kosakata baru, atau memimpin bacaan sederhana.

Pihak pondok menyampaikan apresiasi terhadap metode pengajaran mahasiswa yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan.

Menurut pihak pondok, kegiatan ini berhasil meningkatkan minat belajar santri dan memberi pengalaman belajar baru yang lebih menarik dibandingkan metode pembelajaran rutin di pondok.

Seorang santri kelas 5, Muhamad Syafiq bin Muhamad Rashidi mengaku senang ikut kegiatan KKN mahasiswa UNIDA Gontor.

Ia berharap ke depan program KKN seperti itu diadakan lagi untuk menambah ilmu baru.

“Saya berharap program seperti ini dapat diadakan lagi karena memberikan ilmu baru dan mengeratkan silaturahim. Terima kasih kepada pengajar yang datang dari jauh, semoga mereka segera mendapat keberkahan dan kebaikan,” ujar Syafiq.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.