Pesantren Kilat SMP Labschool Unesa Diwarnai Belajar Merawat Jenazah
Redaksi March 07, 2026 05:36 PM

selalu.id - SMP Labschool Unesa 3 Surabaya menggelar kegiatan pesantren kilat selama Ramadan dengan berbagai materi keagamaan, salah satunya praktik perawatan jenazah mulai dari memandikan hingga mengkafani.

Kegiatan yang diikuti 33 siswa ini berlangsung selama tiga hari dua malam di lingkungan sekolah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus memberikan bekal keterampilan sosial kepada siswa.

Koordinator Kegiatan Ramadan Labschool 3 Unesa Surabaya, Abdul Manafsyaroni, mengatakan kegiatan Ramadan di sekolahnya melibatkan seluruh siswa dengan pendekatan sesuai agama masing-masing.

“Untuk siswa Muslim ada pondok Ramadan, untuk siswa Kristen ada Pondok Kasih, dan siswa Hindu mengikuti Pondok Dharma. Kegiatan ini dilakukan dari pagi sampai siang,” kata Abdul Manafsyaroni, Sabtu (7/3/2026).

Selain kegiatan harian, sekolah juga menggelar pesantren kilat di mana siswa menginap selama tiga hari dua malam. Dalam kegiatan tersebut para peserta mengikuti pengajian kitab, khataman kitab, hingga praktik pengurusan jenazah.

“Di pesantren kilat ini anak-anak belajar mengaji kitab, menghatamkan dua kitab dalam dua hari, lalu juga ada praktik tata cara merawat jenazah seperti mengkafani,” ujarnya.

Menurutnya, materi tersebut sengaja diberikan karena tidak diajarkan secara detail dalam pembelajaran formal di sekolah.

“Tahun lalu materi praktiknya memandikan jenazah. Tahun ini lebih ke tata cara mengkafani. Harapannya ketika mereka terjun di masyarakat, mereka sudah mengetahui tata caranya,” jelasnya.

Selain kegiatan keagamaan, sekolah juga menggelar berbagai aksi sosial selama Ramadan. Di antaranya santunan kepada 100 anak yatim yang dananya berasal dari sedekah subuh para siswa.

“Sedekah subuh siswa terkumpul sekitar Rp15 juta dan itu kita gunakan untuk santunan anak yatim,” katanya.

Tak hanya itu, sekolah bersama wali murid juga menyalurkan sekitar 140 paket sembako senilai Rp175 ribu per paket yang berisi 12 kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala SMP Labschool Unesa 3 Surabaya, Dian Hijrah Saputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa.

“Ini kegiatan rutin setiap tahun, mulai dari pesantren kilat, buka puasa bersama, santunan anak yatim hingga pembagian sembako. Harapannya sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan kepedulian dan kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun ini pesantren kilat diikuti 33 siswa meski kuota awal hanya 30 peserta.

“Alhamdulillah antusiasme siswa meningkat. Mudah-mudahan ke depan pesertanya bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.