Pemerintah Siap Berbagi Beban dengan Rakyat, Purbaya Buka Opsi Naikkan Harga BBM Subsidi
jonisetiawan March 07, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah mulai mengantisipasi dampak lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi menekan kondisi fiskal nasional. Jika tren kenaikan harga energi global terus berlanjut, pemerintah membuka kemungkinan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebagai salah satu langkah menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Peningkatan harga minyak internasional dinilai dapat memperlebar defisit anggaran apabila tidak diimbangi dengan langkah kebijakan yang tepat. Dalam kondisi tersebut, pemerintah tengah menghitung berbagai skenario untuk memastikan defisit fiskal tetap terkendali.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah simulasi terkait kemungkinan kenaikan harga minyak dunia serta dampaknya terhadap keuangan negara.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Isyaratkan Pangkas Anggaran Program Makan Gratis!

Menurutnya, apabila harga minyak rata-rata global menembus sekitar 92 dollar AS per barel, tekanan terhadap defisit anggaran bisa meningkat cukup signifikan.

“Kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam acara buka puasa bersama wartawan di Kementerian Keuangan, Jumat (6/3/2026).

Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario

Meski menghadapi potensi tekanan tersebut, pemerintah menyatakan masih memiliki sejumlah opsi kebijakan untuk menahan pelebaran defisit agar tetap berada di bawah batas aman 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan penyesuaian pada belanja negara. Pemerintah akan meninjau ulang sejumlah program pengeluaran agar tetap selaras dengan kondisi fiskal yang ada.

Namun demikian, jika tekanan terhadap APBN semakin berat akibat lonjakan harga minyak global, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk berbagi beban dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM subsidi.

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang,” kata Purbaya.

KEBIJAKAN MENKEU PURBAYA -
KEBIJAKAN MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut jika harga minyak mencapai sekitar 92 dolar AS per barel, defisit APBN bisa melebar hingga sekitar 3,6–3,7 persen dari PDB jika tidak ada langkah kebijakan (Kompas.com)

Realokasi Anggaran Jadi Alternatif Kebijakan

Selain opsi penyesuaian harga BBM subsidi, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi realokasi anggaran negara. Langkah ini dilakukan dengan meninjau kembali program-program belanja yang dinilai tidak terlalu mendesak.

Program atau proyek yang belum menjadi prioritas utama berpotensi ditunda pelaksanaannya atau digeser ke tahun anggaran berikutnya demi menjaga stabilitas fiskal negara.

Baca juga: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Bongkar Rahasia Utang Menkeu Purbaya: Krisis 1998 Sedang Ditunda!

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Sementara itu, pengeluaran yang tidak mendesak seperti pengadaan barang tertentu atau proyek yang belum krusial dapat ditunda untuk sementara waktu.

Geopolitik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak

Lonjakan harga minyak dunia sendiri dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Salah satu pemicunya adalah eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang berdampak pada sektor energi global.

Ketegangan tersebut diperparah setelah operasional kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco dihentikan sementara akibat serangan drone. Gangguan pada fasilitas energi strategis itu memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia.

Baca juga: Strategi Berani Purbaya Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia, Menkeu Pastikan Ekonomi RI Tetap Kokoh

Situasi tersebut kemudian mendorong harga minyak internasional melonjak dan menimbulkan dampak berantai bagi berbagai negara, termasuk Indonesia yang masih memberikan subsidi terhadap sejumlah jenis BBM.

Di tengah dinamika tersebut, pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga energi global serta menyiapkan berbagai langkah kebijakan agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.