Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikhwanul Muballighin menggelar ajang silaturahmi, buka puasa bersama serta santunan ke anak yatim di Masjid Al Maghfiroh, Pondok Pesantren Darul Jalal, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026) malam.
Kegiatan itu, dihadiri para ulama dan tokoh masyarakat. Adapun tujuan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut, yakni untuk menggalang persatuan maupun kesatuan umat Islam dan masyarakat Indonesia, terutama untuk melawan kedzoliman dan menegakkan kedzoliman yang tengah terjadi.
DPP Ikhwanul Muballighin melalui Ketua Umum KH M Anwar Fadholi, menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah Ayatullah, Ali Husein Khamenei.
“Semoga kesyahidan beliau akan menambah gairah kebangkitan perjuangan rakyat Iran untuk mengusir agresor jahat Amerika Serikat dan Israel laknatullah serta menjemput kemenangan bagi Iran dan umat Islam di seluruh dunia,” katanya.
Bahkan, ditambahkan KH M Anwar Fadholi lebih lanjut, melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut juga sekaligus memberi santunan ke anak yatim.
"Tentu dengan harapan agar bersama-sama berdoa, berikhtiar untuk mendoakan situasi dunia serta bangsa agar kita bisa menghadapi situasi global yang terjadi dengan menyikapi berbagai macam implikasi yang akan berdampak ke situasi dalam negeri," kata dia.
Dia menegaskan, mensikapi situasi yang tengah berkembang, maka pentingnya doa dan ikhtiar bersama, karena menjadi kunci utama agar stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bisa tetap terjaga sehingga program pemerintah dalam mensejahterakan rakyat tetap bisa berjalan.
Melalui momentum tersebut, juga diisi tausyiah oleh KH Mualim Abdul Basit selaku Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ihsan.
“Bentuk toleransi di bulan suci Ramadhan ini, tidak hanya menahan lapar dan haus saja. Tetapi, juga menjaga perasaan, lisan dan tindakan untuk menghormati orang lain yang sedang berpuasa,” tegasnya.
Masih menurut tausyiah KH Mualim Abdul Basit, disebutkan bahwa menjalankan ibadah puasa dengan sikap saling toleran antar sesama muslim merupakan wujud nyata penerapan at tasamuh atau tolerans yang dapat meningkatkan kekhusyuan dan kesempurnaan ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir pula Buya KH Ubaidillah Abdul Jalil selaku Wakil Ketua Majelis Syuro DPP Ikhwanul Muballighin. Selain itu juga jajaran pengasuh Ponpes Nurul Jalal, para Muballigh serta Alim Ulama lainnya. (MAZ)