Renungan Harian Kristen 9 Maret 2026 - Jangan Keliru Berespektasi
Bacaan ayat: Lukas 9:23 (TB) Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."
Oleh Pdt Feri Nugroho
Beberapa orang bisa saja berfikir, "Jika saya hidup dekat dan berkenan kepada Tuhan, tentu kehidupan saya akan berhasil, sukses dan berbahagia. Bukankah Tuhan itu baik? Maka dipastikan Ia akan memberikan yang terbaik."
Pikiran ini baik mengingat bahwa Tuhan itu baik. Janji penyertaan dan penyelamatan tersebar dalam setiap pengalaman kehidupan yang terdokumentasikan dalam Alkitab.
Orang-orang percaya telah membuktikan bahwa benar adanya bahwa Tuhan itu baik adanya.
Namun perlu waspada bahwa pikiran tersebut baru separo benar.
Mengapa? Karena perlu dipahami bahwa baik yang dimaksudkan bukan dalam standar pikiran kita sebagai manusia; Tuhan itu baik didasarkan pada paham baik menurut Tuhan.
Itu sebabnya seseorang perlu paham bahwa kadang sebuah moment tidak baik menurut kita, ternyata adalah kebaikan dalam prespektif karya Tuhan.
Cukup mengejutkan ketika tiba-tiba Yesus membuat pernyataan, "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Ini menjadi pernyataan yang cukup beresiko. Baru saja diperoleh pengenalan bahwa Yesus ialah Mesias; dan dalam istilah berbeda Sang Mesias disebut sebagai Anak Manusia, Yesus justru menampilkan pernyataan yang kontroversial. Bukankah pernyataan tersebut dapat melemahkan harapan?
Itu sebabnya dengan sengaja Yesus membuat pernyataan yang semakin membuat banyak pendengar terhenyak dan gelang kepala. Bahwa, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."
Dengan sengaja Yesus hendak meluruskan paham para murid agar tidak salah berekspektasi. Cara paham yang hendak dibangun bukan didasarkan pada hal baik menurut manusia, namun menurut Allah.
Dalam hal ini, para murid akan berhadapan dengan hal yang sungsang: menyangkal diri, memikul salib dan ikut Yesus.
Menyangkal diri berarti meniadakan apa yang menjadi keinginan diri yang hampir bisa dipastikan akan fokus pada diri sendiri. Memikul salib, berarti bahwa dalam prosesnya akan mengalami penderitaan dalam sudut pandang manusiawi.
Untuk itu diperlukan fokus yang tepat agar mampu bertahan dan tangguh, yaitu fokus kepada Yesus, Sang Mesias.
Jangan salah berekspektasi. Tuhan memang menjanjikan hal baik pada mereka yang setia. Dan itu benar.
Meskipun demikian, tentang hal baik harus difokuskan pada karya penyelamatan Allah yang dinyatakan.
Kehidupan memang telah disimpangkan oleh dosa. Namun bagi orang percaya, ia mendapatkan kemampuan untuk memilih hidup dalam kebenaran; bukan benar menurut diri sendiri, namun benar menurut Allah.
Apapun yang terjadi dalam hidup, fokuskan untuk menemukan kebaikan Allah didalamnya. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang