TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO- Bupati Kabupaten Merangin M Syukur melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) intensif di wilayah perbatasan Kabupaten Tebo.
Lokasi kunker tepatnya di Desa Sri Sembilan Kecamatan Tabir Timur Kabupaten Merangin, Jambi, jumat (06/03).
Kunker Bupati Merangin M Syukur itu merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan sekaligus memperingati Nuzulul Qur'an 17 Ramadan 1447 Hijriah.
Selain melakukan Safari Ramadan, M Syukur juga bermalam di Tabir Timur sebagai realisasi program prioritas 'Bupati Ngantor di Kecamatan'.
Dalam Kunjungan Kerja nya itu, M Syukur di dampingi Wakil Bupati Merangin Abdul Khafidh, Wakil Ketua DPRD Merangin Herman Efendi, Sekda Merangin Zulhifni, dan seluruh Kepala OPD Pemkab Merangin, melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al Barokah di Desa Sri Sembilan Kecamatan Tabir Timur Kabupaten Merangin Jambi.
Kemudian Bupati Merangin bersama rombongan juga bermalam di Tabir Timur guna melihat kondisi Infrastuktur di wilayah tersebut.
M Syukur dalam sambutan dan arahannya mengakui adanya pemotongan anggaran yang signifikan pada tahun 2026, yakni mencapai Rp 240 miliar, hal ini berdampak pada lambatnya penanganan jalan sepanjang 1000 kilometer lebih di Kabupaten Merangin, Jambi.
"Persoalan jalan di Tabir Timur ini memang berat, meski anggaran dipotong, pemerintah tetap bertanggung jawab, Tahun 2026 tetap ada pembangunan jalan di sini, bahkan saya sudah minta Kadis PU PR untuk menambah titik-titik tertentu, agar akses masyarakat lancar," tegas M Syukur.
Solusi alternatif yang diambil Pemkab Merangin atas kondisi keterbatasan anggaran pengaspalan, Pemerintah telah menyiagakan kendaraan alat berat yaitu dua unit 'Grader' dan dua unit Bomag.
Alternatif itu diambil bertujuan untuk memastikan jalan fungsional penghubung aktivitas kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat tidak terputus.
Selain infrastruktur, M Syukur juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program bantuan.
Dibidang pendidikan, Pemkab Merangin menyediakan program beasiswa kuliah, bantuan perlengkapan sekolah (baju, tas, sepatu) untuk anak yatim dan kurang mampu, serta kursus bahasa asing gratis di tiap kecamatan.
Di bidang kesehatan, Pemkab Merangin telah menambah fasilitas RSUD Kolonel Abunjani dan menambah kuota Jamkesda hingga 10.000 peserta.
M Syukur juga menginstruksikan pada Kepala Desa untuk aktif melakukan pendataan agar warga tidak kesulitan saat harus berobat ke Bangko.
Sementara dibidang ekonomi dan keagamaan, Pemkab Merangin menyediakan program bantuan Rp 100 juta untuk pesantren terdaftar, bantuan subsidi bibit sawit, bantuan UMKM, serta dukungan bagi pegawai syarak.
M Syukur juga mengklarifikasi isu miring terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat, menurutnya MBG bukan hanya tentang soal pemberian gizi kepada anak, melainkan juga sebagai motor penggerak ekonomi di Desa.
"Jangan dengarkan hoax, MBG ini sebagai peluang bisnis, kebutuhan telur, ayam, dan sayur sangat besar, saya minta BumDes di tiap Desa dapat menangkap peluang ini agar uang dapat berputar di masyarakat kita sendiri," ungkap M Syukur.
Dalam Kunker nya, M Syukur beserta rombongan melakukan kegiatan audiensi langsung dengan warga sekitar, buka puasa bersama, hingga bermalam dan sahur bersama di Tabir Timur.
"Daerah ini spesial, jaraknya jauh dan medannya susah, saya sengaja bawa seluruh Kadis agar mereka dapat melihat langsung nasib rakyat yang harus kita pikirkan bersama, kita ingin jarak antara pemerintah dan masyarakat benar-benar hilang," tutup M Syukur.
Menutup rangkaian kegiatan, Bupati Merangin juga menyerahkan bantuan CSR dari Bank 9 Jambi dan Baznas berupa bantuan untuk tempat ibadah serta paket bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu.
(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)
Baca juga: Pemuda 19 Tahun Tenggelam di Sungai Batang Merangin