Sosok Pencuri Makanan yang Laporkan Nabilah O'Brien, Gitaris Band dan Istrinya Psikolog
Ilham Fazrir Harahap March 07, 2026 06:10 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Zandhy Kusuma menjadi sorotan orang yang melaporkan selebragm Nabila O'Brien berujung jadi tersangka padahal korban pencurian resto miliknya.

Kasus ini cukup menarik perhatian lantaran melibatkan seorang gitaris sebagai pelaku pencurian di resto Bibi Kelinci Kopitiam milik selebgram Nabila O'Brien.

Kasus ini berawal dari sepasang suami istri yakni Zendhy Kusuma dan Evi Santi Rahayu yang membeli makanan di resto Bibi Kelinci Kopitiam milik Nabilah.

Lewat akun Instagram @nabobrien, Nabilah O’ Brien, pemilik restoran Bibi Kelinci, membagikan pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya dari sepasang pelanggan pada Sabtu (20/9/2025).

Baca juga: Menkeu Purbaya Potensi Pangkas Anggaran MBG, Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global

"14 MAKANAN & MINUMAN DIGONDOL GITARIS & PSIKOLOGI. Ya, 14 ITEM!! Dengan alasan 'lama menunggu,'" tulis Nabilah dengan jelas di unggahannya.

Dalam keterangan tambahan, Nabilah menegaskan:

"Kalian berdua sudah mengintervensi area terbatas di restoran saya, sudah melakukan intimidasi terhadap pekerja saya, melakukan kekerasan, melakukan pengancaman, dan kalian terlebih lagi telah mencuri 14 produk makanan dan minuman dari restoran saya dan melarikan diri."

Meski kejadian serupa ternyata bukan hal baru bagi Nabilah, ia tetap menghadapinya dengan ikhlas.

Baca juga: Bassist God Bless Meninggal Dunia, Donny Fattah Idap 3 Penyakit Serius, Sempat Tak Prima Ikut Konser

Ia menekankan bahwa hal-hal seperti ini adalah salah satu konsekuensi dari berwirausaha.

Prinsip ‘pelayan adalah raja’ selalu ia terapkan, termasuk mengingatkan karyawannya untuk tetap menyambut keluhan pelanggan dengan baik.

JADI TERSANGKA - Viral di medsos Nabilah O’Brien terkait insiden di restoran miliknya, Bibi Kelinci Kopitiam, Jakarta Selatan. Nabilah jadi tersangka karena mengungkah CCTV pencurian. Dia mengaku selama lima bulan memilih diam karena merasa takut
JADI TERSANGKA - Viral di medsos Nabilah O’Brien terkait insiden di restoran miliknya, Bibi Kelinci Kopitiam, Jakarta Selatan. Nabilah jadi tersangka karena mengungkah CCTV pencurian. Dia mengaku selama lima bulan memilih diam karena merasa takut (TRIBUN MEDAN/ist/Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar)

Namun, malam itu, restoran miliknya mengalami insiden yang lebih serius.

Seorang pria dan istrinya datang dan memesan 11 makanan serta tiga minuman.

Suasana awal cukup kondusif, hingga sekitar 30 menit kemudian, keduanya tiba-tiba memasuki dapur, area yang seharusnya terbatas untuk karyawan.

Baca juga: TRAGIS Istri Bunuh Suami lalu Serahkan Diri ke Kantor Polisi, Korban Ditemukan Tergeletak di Kamar

Di sana, sang istri terlihat berbicara dengan kepala dapur dengan gestur yang sedikit mengintimidasi, jari beberapa kali menunjuk ke arah kepala dapur.

Tak lama kemudian, sang suami menyusul dan ikut tersulut emosi, bahkan menggebrak kulkas di dekatnya.

Bahkan, pelanggan wanita itu terekam memukul kepala dapur.

“‘Saya obrak-abrik tempat ini! Makanan saya sekarang! Sekarang! Semua kasih saya!’ Gitu,” tulis Nabilah dalam unggahannya.

Menurut Nabilah, pasutri tersebut menolak membayar makanan dan minuman yang dipesan dengan alasan tak sabar menunggu.

Padahal, karyawan restoran sudah menjelaskan dengan baik bahwa saat itu pesanan masuk begitu banyak.

CCTV menunjukkan restoran memang penuh; hampir semua meja terisi, ditambah pesanan online yang tinggi.

Puncaknya, begitu makanan selesai, kedua pelanggan itu meninggalkan restoran tanpa membayar, meski kasir sudah berusaha mengejar mereka untuk mengingatkan.

Dalam unggahannya, Nabilah juga menunjukkan struk pesanan kedua pelanggan tersebut sebagai bukti.

Sosok Zendhy Kusuma

Zendhy Kusuma dikenal sebagai seorang gitaris independen.

Bagi sejumlah orang, nama Zendhy mungkin masih terdengar asing di telinga.

Zendhy Kusuma dikenal luas sebagai musisi, komposer, sekaligus pendidik musik yang telah menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Perjalanan musiknya dimulai sejak ia menekuni musik klasik.

Seiring waktu, Zendhy mulai mengembangkan bakatnya dengan gitar elektrik, membentuk gaya bermusik yang khas.

Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini telah mengukir reputasi melalui berbagai penghargaan bergengsi.

Beberapa gelar internasional yang diraihnya antara lain Licentiate of Rockschool Level (LRSL) dari London dan Fellowship of the London College of Music (FLCM) dari University of West London.

Tidak hanya itu, Zendhy juga menjuarai sejumlah kompetisi gitar elektrik, termasuk Juara 1 Fender Guitar Festival dan Juara 1 MOB Jazz & Blues Guitar Festival.

Dalam perjalanan kariernya, Zendhy telah berkolaborasi dengan musisi internasional ternama seperti Marco Sfogli (gitaris James Labrie; Virgil Donati Band), Ron Thal (Bumblefoot) dari Amerika, Jeroen Simmons (drummer EPICA, Belanda), Leonardo Guzman (gitaris Kolombia), Steven Agnew (Rockschool UK Examiner), dan Fayeed Tan (gitaris Filipina).

Zendhy juga pernah memproduksi album bertema fussion rock, bekerja sama dengan musisi Indonesia terkemuka seperti Denny Chasmala (produksi), Bintang Indrianto (fretless bass), Franky Sadikin (elektrik bass), Yandi Andaputra (drum), dan Ganda Saputera (drum).

Salah satu lagu di album tersebut, Tears of The Smile, bahkan diinterpretasikan dalam bentuk video dan ditampilkan di sebuah pertunjukan seni di Kyoto, Jepang, pada 19 November 2016.

Selain itu, Zendhy juga mengerjakan proyek The ZAD Project, sebuah kolaborasi gitar bersama Andra Ramadhan (Andra n The Backbone, Dewa 19) dan Denny Chasmala, produser musik sekaligus gitaris ternama di Indonesia.

Sosok Evi Santi Rahayu

Evi Santi Rahayu, istri Zendhy Kusuma, merupakan seorang psikolog klinis berpengalaman lebih dari enam tahun.

Ia menempuh pendidikan di Universitas Persada Indonesia YAI, menyelesaikan program sarjana pada 2015 dan melanjutkan pendidikan profesi Psikolog pada 2020 di kampus yang sama.

Selain praktik di Jakarta Selatan, Evi aktif memberikan layanan konseling dan konsultasi secara online melalui platform kesehatan digital.

Tarif konsultasi daring miliknya tercatat sebesar Rp 50.000 di Halodoc.

(Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.