Mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor Hidupkan Kreativitas Santri MATSA via Art Camp & Handycraft
iksan fauzi March 07, 2026 06:35 PM

Oleh : Irham Afianto / HES / Semester 6 / Surabaya

SURYAMALANG.COM - Kegiatan Art Camp & Handycraft yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Internasional Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) berlangsung pada Ahad, 1 Maret 2026 pukul 09.00–11.00 WIB di Ma’had Asyakhsiah Tahfidz Sains (MATSA).

Adapun Kegiatan Art Camp & Handycraft diikuti 61 santri MATSA yang terdiri atas 40 santri putra dan 21 santri putri.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi terpisah, yakni di aula MATSA untuk santri putra dan di asrama putri untuk santri putri, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif, tertib, dan kondusif.

Seorang mahasiswa UNIDA Gontor, Rafly Mochammad Adam Wibisono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor.

Menurut Rafly, tujuan kegiatan tersebut menghadirkan aktivitas edukatif, kreatif, dan menyenangkan bagi santri MATSA sebagai penyeimbang dari rutinitas pembelajaran tahfidz dan sains yang padat.

Selama ini, menurut Rafly, aktivitas santri MATSA didominasi kegiatan akademik dan hafalan, sehingga ruang pengembangan kreativitas serta keterampilan praktis masih relatif terbatas.

"Oleh karena itu, kegiatan seni dan kerajinan tangan dipandang penting sebagai sarana penyegaran suasana belajar sekaligus media pengembangan bakat dan imajinasi santri," ujar Rafly di sela mendampingi para santri yang ikut kegiatan tersebut.

Rafly mengatakan, kegiatan Art Camp & Handycraft dilaksanakan oleh empat mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor, terdiri dari dua mahasiswa putra dan dua mahasiswa putri.

"Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan pembimbing yang memberikan arahan serta tutorial secara langsung mengenai proses pembuatan kerajinan tangan," kata Rafly.

Ia menambahkan, materi yang disampaikan para mahasiswa UNIDA Gontor bertahap, mulai dari pengenalan bahan, penjelasan alat yang digunakan, tahapan pembuatan, hingga pendampingan praktik peserta.

"Kami melakukan pendekatan pembelajaran langsung (learning by doing) dengan bertujuan agar santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam berkarya," katanya.

Baca juga: Kolaborasi KKN Internasional UNIDA Gontor dan MAWAR Penang Tingkatkan Bahasa dan Al Quran Pelajar

Di sisi lain, Rafly juga merincikan rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengarahan singkat mengenai tujuan serta alur kegiatan.

Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi dan demonstrasi pembuatan kerajinan sesuai kelompok peserta.

Aktivitas yang dilaksanakan meliputi melukis bunga bagi santri banin dan banat, pembuatan tali makramé khusus santri banat, pembuatan strap atau aksesori bagi santri banat, serta kreasi kerajinan dari stik es krim bagi santri banin.

Setelah sesi demonstrasi, peserta melaksanakan praktik langsung dengan pendampingan mahasiswa pada setiap tahapan, sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif, aktif, dan menyenangkan.

"Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka mengikuti setiap instruksi dengan saksama, mencoba teknik yang diajarkan, serta mengekspresikan kreativitas masing-masing melalui variasi warna, bentuk, dan hiasan pada karya yang dibuat," beber Rafly.

Ia mengatakan interaksi antara mahasiswa dan santri juga terjalin dengan baik melalui komunikasi dua arah, tanya jawab, serta bimbingan personal ketika peserta mengalami kesulitan.

Suasana kegiatan berlangsung tertib, ceria, dan penuh semangat hingga seluruh rangkaian selesai.

Rafly mengungkapkan hasil kegiatan menunjukkan dampak positif bagi santri MATSA, baik dari aspek keterampilan maupun sikap belajar.

Para peserta mampu memahami teknik dasar yang diajarkan dan berhasil menyelesaikan karya kerajinan dengan baik.

Selain itu, kegiatan ini mendorong munculnya rasa percaya diri dan kemandirian santri dalam berkarya, karena mereka diberi kesempatan mencoba secara langsung dan menampilkan hasil karyanya.

"Bagi lembaga, kegiatan ini menjadi sarana penguatan pendidikan karakter yang seimbang antara intelektual, spiritual, dan keterampilan praktis," ujarnya.

Baca juga: Penguatan Kompetensi Bahasa Santri AQSA Arabic dan English Camp KKN Internasional UNIDA Gontor

Respons positif

Pihak ma’had dan para peserta kegiatan memberi respons positif. 

Mereka menilai kegiatan seni dan kerajinan seperti Art Camp & Handycraft dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menyegarkan sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, serta kerja sama.

"Pihak ma’had menyampaikan harapan agar program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lanjutan dengan mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan konsisten oleh para santri," ujar Rafly menirukan permintaan pihak ma'had.

Seorang santri darjah 3 MATSA, Omar mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.

Ia menyatakan bahwa kegiatan seni yang diberikan terasa sangat menyenangkan dan berbeda dari pembelajaran sehari-hari.

“Event ini sangat seronok. Saya ingin melukis lagi nanti,” ujarnya dengan antusias.

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa kegiatan Art Camp & Handycraft tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menumbuhkan minat belajar melalui pendekatan kreatif dan praktik langsung.

Secara keseluruhan, kegiatan Art Camp & Handycraft berjalan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.

Program ini tidak hanya menghasilkan karya kerajinan yang nyata, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang kolaboratif antara mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor dan santri MATSA.

Interaksi edukatif yang terjalin selama kegiatan mempererat hubungan antara mahasiswa dan santri sekaligus memperkaya pengalaman pembelajaran di lingkungan ma’had.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan program kreativitas santri MATSA yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan seni dan kerajinan, santri tidak hanya diharapkan unggul dalam bidang akademik dan tahfidz, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, imajinasi yang berkembang, serta kepercayaan diri dalam mengekspresikan ide.

Selain itu, kegiatan ini membuka peluang kerja sama lanjutan antara pihak ma’had dan mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor dalam bentuk pelatihan kreatif maupun program edukatif lainnya yang mendukung pengembangan karakter santri secara menyeluruh.

Dengan demikian, Art Camp & Handycraft menjadi salah satu bentuk implementasi nyata nilai pengabdian masyarakat dalam konteks pendidikan internasional yang dilakukan mahasiswa UNIDA Gontor.

Program ini menunjukkan bahwa kegiatan kreatif yang sederhana dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, suasana pendidikan, serta pengembangan potensi santri secara holistik.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan berbasis tahfidz dan sains.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.