Ramadan Vibes di SMA Negeri 1 Ambon, Ratusan Siswa Buka Puasa Bersama
Fandi Wattimena March 07, 2026 06:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ratusan siswa dan guru mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar di SMA Negeri 1 Ambon, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIT tersebut diawali dengan tausiyah Ramadan sebelum para siswa dan guru berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Buka puasa bersama tahun ini mengusung tema “Ramadan Vibes: Together in Faith, United Brotherhood” atau “Bersama dalam Iman, Persaudaraan yang Bersatu”, dengan subtema “Melangkah bersama dalam keimanan untuk mewujudkan generasi yang berakhlak dan berjiwa sosial.”

Kegiatan ini dihadiri ratusan siswa serta para guru yang memadati lokasi acara, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di lingkungan sekolah.

Laturiuw smansa
BUKA PUASA - Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon, Elonamayo Laturiuw saat diwawancarai TribunAmbon.com saat acara buka bersama ratusan siswa, Sabtu (7/3/2026).

Kepala Sekolah, Elonamayo Laturiuw menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan agenda tahunan yang diprakarsai oleh OSIS sekolah.

Menurutnya, tahun ini panitia memilih hari Sabtu agar para siswa memiliki waktu lebih leluasa untuk mempersiapkan kegiatan dengan baik.

Baca juga: World Hearing Day, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Ambon Ikuti Skrining Pendengaran

Baca juga: Update! Jadwal KM Ciremai 8 Maret - 8 April 2026: Rute Makassar, Bau Bau, Namlea, Ambon, Sorong

“Buka puasa bersama di SMA Negeri 1 Ambon adalah kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh OSIS. Untuk tahun ini kami memilih hari Sabtu karena merupakan hari terakhir aktivitas sekolah sehingga anak-anak tidak terlalu banyak kesibukan dan bisa mempersiapkan kegiatan dengan baik,” jelasnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Sabtu (7/3/2026).

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa beragama Islam, tetapi juga siswa dari berbagai latar belakang agama lainnya.

Hal tersebut sengaja dilakukan untuk memperkuat nilai solidaritas serta toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.

“Panitia kegiatan bukan hanya siswa beragama Muslim, tetapi juga melibatkan siswa non-Muslim. Tujuannya agar anak-anak belajar menjaga solidaritas serta toleransi antarumat beragama,” ujarnya.

Laturiuw menambahkan, momentum Ramadan juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

Menurutnya, puasa tidak hanya mengajarkan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, serta rasa syukur.

“Kita melatih kesabaran, kedisiplinan, dan juga rasa syukur. Hari ini kita boleh bersama-sama bersilaturahmi dalam keadaan sehat walafiat sehingga kegiatan buka puasa bersama ini memberi makna bagi kita semua,” katanya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memberikan dampak positif bagi siswa.

Menurutnya, suksesnya kegiatan tersebut tidak lepas dari kerja sama antara siswa, guru, dan orang tua.

“Mudah-mudahan ke depan buka puasa bersama ini dapat terus kita selenggarakan setiap tahun dengan baik. Semua ini berasal dari inisiatif, kerja sama dan partisipasi orang tua, siswa, serta para guru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Laturiuw menegaskan bahwa tema kegiatan tahun ini memiliki makna mendalam bagi kehidupan sekolah yang penuh keberagaman.

Ia menilai bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat sikap saling menghargai dan menghormati di lingkungan sekolah.

“Bulan Ramadan ini menjadi milik kita bersama di sekolah ini. Rasa saling menghargai dan saling menghormati harus menjadi makna besar di sini, sehingga anak-anak memiliki empati kepada orang lain,” jelasnya.

Ia berharap nilai-nilai toleransi dan keimanan terus tertanam dalam diri para siswa, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.