World Hearing Day, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Ambon Ikuti Skrining Pendengaran
Mesya Marasabessy March 07, 2026 06:52 PM

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Ratusan siswa SMA Negeri 1 Ambon mengikuti kegiatan skrining pendengaran dan bersih-bersih telinga.

Kegiatan ini dalam rangka memperingati World Hearing Day atau Hari Pendengaran Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Maret 2026.

Kali ini WHD diperingati dengan tema "Dari Komunitas ke ruang kelas, perawatan pendengaran untuk semua anak".

Kegiatan ini diselenggarakan melibatkan 20 dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL (PERHATI) Cabang Maluku, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, dan dokter spesialis THT lainnya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari per tanggal 7-8 Maret 2026, dengan metode pemeriksaan Skrining Pendengaran dan Bersih-Bersih Telinga dilakukan pada siswa.

Baca juga: Kredit Pakai KTP Orang Lain, Indah Paais Tak Bayar Angsuran, Kini Tunggak Rp 38 Juta

Baca juga: Pegawai BUMN di Namlea Dilaporkan atas Dugaan KDRT dan Perzinaan

Skrining Pendengaran ke 300 Siswa SMA Negeri 1 Ambon

Hari pertama kegiatan pada Jumat (7/3/2026) para dokter spesialis THT melakukan pemeriksaan Skrining pendengaran melibatkan 300 siswa dari jenjang kelas 11 dan 12.

Para siswa-siswi hadir menggunakan kostum sekolah berwarna putih, mereka mengantri untuk melakukan pengecekan. 

Sedangkan para dokter duduk pada tempat yang sudah disediakan dengan laptop yang akan digunakan, sembari  menunggu kedatangan siswa.

Para siswa dalam proses skrining, terlihat mereka menggunakan headset bertali untuk mendengar suara dari laptop yang disediakan dokter. 

Bersih-bersih Telinga di Hari Kedua, 200 Siswa Diperiksa Pakai Alat THT

Pelaksanaan bersih-bersih telinga berada di hari kedua dalam peringatan World Hearing Day yang dilaksanakan pada SMA Negeri 1 Ambon. 

Para siswa yang teridentifikasi memiliki sistem pendengaran atau kotoran telinga bahasa medis serumen, maka harus dibersihkan. 

Kali ini para dokter membersihkan kotoran telinga pada 200 siswa dengan menggunakan alat-alat pembersih THT. 

Pembersih menual seperti: elektrik/vakum, dan berbantuan kamera LED untuk keamanan. 

Jenis-jenisnya mencakup kuret logam/silikon, vakum penyedot kotoran, serta alat endoskopi yang terhubung ke HP untuk pembersihan presisi. 

Apresiasi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon, Ketua PERHATI Cabang Maluku dan Penjelasannya

Kepala Sekolah SMAN 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw mengatakan program ini akan menjadi edukasi yang harus diterapkan sekolah untuk menjaga kesehatan para siswa di sekolah.

Lebih lanjut, dijelaskannya kondisi saat ini headset selalu digunakan pada anak muda dengan volume yang tinggi.

"Edukasi ini harus diberikan kepada siswa yang saya lihat sangat rutin menggunakan headset apalagi saat olahraga, mendengarkan musik dan lainnya," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, di ruang kerjanya.

Laturiuw melihat ini tak hanya penggunaan di kalangan anak muda, tetapi orang tua juga harus memperhatikan kondisi tersebut.

Dirinya berharap kegiatan seperti itu dapat menjadi edukasi bagi seluruh warga sekolah dan kedepannya dapat dilakukan secara berkala khususnya di kalangan sekolah.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL (PERHATI) Cabang Maluku, Dr.dr. Rodrigo Limmon, mengatakan kegiatan skrining yang menyasar sekolah ini karna penggunaan headset di kalangan siswa sangat tinggi.

Hal ini tentunya dapat menggangu sistem pendengaran anak-anak usia sekolah, yang berakibat gangguan di telinga.

Selain itu juga tingkat konsentrasi belajar pun ikut berkurang.

Dijelaskannya pemilihan SMA Negeri 1 Ambon karena memiliki kapasitas siswa yang banyak dan rerata pada usia produktif sekolah.

Namun ia berkomitmen akan menyasar kepada sekolah lainnya untuk melaksanakan program skrining pendengaran ini.

Mekanisme skrining yang dilakukan menggunakan aplikasi khusus yang memberikan efek suara langsung.

Akan ada lima jenis suara dengan desibel berbeda yang telah disiapkan.

Dikatakannya, apabila dalam proses skrining ditemukan adanya gangguan, maka harus dilakukan bersih-bersih telinga (BBT).

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi secara langsung kepada siswa untuk penggunaan headset dengan baik dan benar.

"Harapnya mereka lebih waspada terhadap suara-suara bising yang menggangu sistem pendengaran," harapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.