TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Situbondo. Banyak pengendara rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan tidak hanya terjadi pada pagi hingga sore hari. Bahkan hingga sekitar pukul 24.00 WIB, barisan kendaraan masih terlihat mengular di SPBU yang berada di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji.
Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan BBM, khususnya Pertalite, sehingga mereka memilih segera mengisi bahan bakar sebelum kehabisan.
Salah satu pengendara, Hermanto (40), warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji, mengaku terpaksa mengantre karena bahan bakar sepeda motornya hampir habis.
Baca juga: Ratusan Pelari Ikuti Speed Run 100 Meter Polres Situbondo
“Saya terpaksa, apalagi besok pagi motor saya mau digunakan untuk perjalanan jauh,” ujarnya.
Menurut Hermanto, ia memilih mengisi BBM di SPBU dibanding membeli secara eceran di kios karena harga lebih murah dan jumlahnya lebih banyak.
“Kalau isi di SPBU, uang Rp 30 ribu tangki motor sudah penuh. Tapi kalau beli di kios, bisa tambah Rp5 ribu sampai Rp 10 ribu untuk sekali jalan,” katanya.
Ia juga mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM.
Baca juga: Perahu Terbalik Dihantam Gelombang di Perairan Baluran, Nelayan Situbondo Selamat
“Sudah sekitar dua jam saya menunggu antrean,” tambahnya.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo memastikan stok BBM di wilayah Situbondo masih dalam kondisi aman.
“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Rio tersebut juga mengingatkan pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi ditimbun.
“Intinya penimbun itu jangan dilayani, agar kebutuhan BBM masyarakat bisa terpenuhi,” tegasnya.