"Ini Malam Terakhir" Ucapan Nelayan Sebelum Ditemukan Meninggal di Laut Wuring
Untung SofaMaulana March 07, 2026 08:42 PM

- Suasana duka tampak menyelimuti rumah Matheus Rohi alias Riki yang meninggal dunia dan jenasahnya disemayamkan di Lorong Ayam, Kilo 2, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Rabu, 18 Februari 2026 siang.

Matheus Rohi alias Ama Riki, pria berusia 42 tahun pada Rabu, 18 Februari 2026 pagi ditemukan tak bernyawa oleh Tim SAR Gabungan Maumere dan nelayan di Perairan Wuring Sikka.

Ama Riki sempat menghilang pada Selasa, 17 Februari 2026 pagi usai pergi memanah ikan di dekat Pelabuhan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat.

Ama Riki yang berprofesi sebagai tukang pergi mencari ikan bersama rekannya Ama Ansel dan Rofinus.

Ketiganya adalah warga Lorong Ayam, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere.

Kepergian Ama Riki yang meningggal dunia diduga tenggelam saat memanah ikan sungguh mengejutkan istri dan tiga orang anaknya.

Istri Ama Riki, Ance kepada TRIBUNFLORES.COM di rumah duka sebelum proses pemakaman mengaku tak ada pesan khusus bagi ia dan tiga anaknya.

Siang itu, Ance mengenakan baju oranye dan sarung Sabu duduk di depan jenasah suaminya.

Ia tak banya bicara. Sesekali ditanya baru ia menjawab. Di sekelilingnya ada keluarganya yang sedang melayat di rumah semi permanen. Rumah sederhana beratap seng dan berdinding bambu siang itu dipenuhi keluarga yang sedang melayat.

Ada tenda yang dipasang terpal di tengah pohon kakao yang rimbun. Banyak pelayat mengenakan sarung warna hitam dari Pulau Sabu dating melayat mengucapkan duka.

Tak ada isak tangis di dekat jenasah. Namun terlihat raut wajah kehilangan sosok pria yang menjadi tulang punggung dari wajah Ance, istri korban. Ia duduk di samping jenasah bersama anak bungsu.

Ama Rofinus, rekan yang pergi mencari ikan bersama korban mengaku terpukul dengan kepergian Ama Riki.

"Ama Riki orang baik. Kami dari Sabu semua. Kami bertetangga. Kami susah senang sama-sama. Orangnya hobi cari ikan. Setiap malam kalau tidak cape dia selalu ajak saya dan teman-teman pergi cari ikan. Ama Riki bisa selam dan panah ikan. Setiap malam kami jalan sama-sama. Kalau dapat ikan kami bagi tetangga. Kalau dia pergi sendiri pulang dia bagi ke kami. Kami sungguh terpukul dengan kepergian Ama Riki," paparnya.

Ia mengisahkan, setiap hari korban berprofesi sebagai tukang dan sedang mengerjakan kos-kosan milik keluarga. 

"Ama Riki sedang kerja kos-kosan milik keluarga. Belum selesai kerja dia sudah pergi tinggal kami," ujarnya.

Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Flores
Edtor: Untung Sofa Maulana

#saksikata #tenggelam #perairanwuring #tewas #panahikan #sikka #maumere #news #flores

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.